#JavaRoadtrip : Long Journey to the East

Postingan ini merupakan sambungan dari postingan sebelumnya : #JavaRoadtrip : 24 Jam Pertama.

19 Agustus 2012
Setelah bermalam di SPBU 34.452.19 Lohbener – Indramayu, pagi-pagi kami disuguhkan dengan dua pemandangan. Pemandangan yang pertama : indahnya sinar matahari pagi yang bersinar dari ufuk timur pulau Jawa. Pemandangan kedua : ternyata SPBU tersebut sudah kosong, banyak yang udah pergi dan meninggalkan sampah yang cukup banyak di sekitar mobil :( …dan harusnya bangun jam 5 subuh, yang ada malah ketiduran, dan kebangun jam 6 pagi >.< Morning sunrise[/caption]

Sampah yang berserakan :(

Pagi itu adalah pagi di hari Idul Fitri, di mana Nuy harusnya udah nyampe Malang dan ikut sholat ied bersama keluarganya. Tetapi yang ada itu, kami masih jauh di Indramayu, dan masih ratusan kilometer lagi menuju Malang. Saya menawari Nuy untuk ikut sholat ied saja di tempat yang akan kita lewati, tetapi demi tidak kena macet bubaran sholat ied, kami pun memilih untuk speeding up dan mengambil kesempatan untuk melewati beberapa kabupaten di pagi itu.

Selama perjalanan, kami melewati banyak jalan yang dialihkan dan ditutup, karena salah satu sisi jalan dipakai untuk sholat ied.

Sholat ied di jalan

Setelah melewati semua itu, akhirnya kami sampai juga ke perbatasan Jawa Barat – Jawa Tengah. Memasuki Brebes kami pun mulai kelaparan dan hunting makan pagi. Dan ternyata banyak yang tutup. Kalaupun ada yang buka, ternyata hidangannya udah abis, tinggal beres-beres. Huaa.. ya Tuhan kami lapar banget :( …dan setelah melewati Tegal, baru lah di Pekalongan, akhirnya kami makan. Warungnya buka, jualannya soto ayam. Tapi sold out :( yang tersisa adalah indomie goreng pake telur. Dan karena kami sangat lapar, ya sudah pesan itu aja >_< #suram bener, di hari Idul Fitri, bukannya makan opor ayam, tetapi malah makan indomie goreng pake telur :D[/caption]

Perjalanan pun kami lanjutkan. Melewati kabupaten demi kabupaten, stop over di Semarang (setelah terhitung 37 jam berangkat dari Jakarta) untuk numpang mandi di SPBU. Mandi terakhir itu tanggal 17 Agustus, kemudian baru mandi lagi setelah 37 jam perjalanan. Bwehehehe lebih lama lagi nanti gw bisa-bisa masuk ke timnya @ssetiawan dan @sevenco dalam hal malas mandi :))

Lepas dari Semarang, kami melewati Demak nan gersang. Beneran gersang, matahari bersinar terik dan nyaris gak ada yang hijau-hijau terlihat di sisi jalan. Setelah Demak lalu Kudus. Seorang teman di twitter, @HestiPanda mengatakan bahwa sebentar lagi saya akan bisa merasakan bedanya Demak dan Kudus. Ketika memasuki Kudus, iya saya bisa merasakannya. Bedanya, di Demak gak ada KFC, di Kudus ada KFC hihi. Soalnya ketika masuk Kudus, plang gede di sisi kiri yang langsung eye-catching itu adalah plang KFC :)))

Di Kudus, kami berniat untuk mencari Soto Kudus. Secara ya, makan terakhir itu pagi tadi dengan indomie goreng. Pingin makan yang proper, dan ini udah siang menjelang sore. Tepatnya udah sekitar pukul 4 sore. Dan mission failed. Hingga perbatasan Kudus – Pati, kami gagal menemukan warung yang buka :(

sepanjang jalan menuju Pati, ada byk spanduk ini. asumsi gw.. gratis ngopi film hahaha *siapin harddisk*
ada BeHa jalan-jalan :O

Sepanjang jalan Pati ke Rembang, banyak tambak garam di sebelah kiri jalan. Dan gara-gara keasyikan menikmati pemandangan, si Rushty nyaris mencium sapi yang seenaknya menyebrang jalan tanpa lihat kiri-kanan -___-”

Lasem, Rembang
Menjelang sore ke malam, kami tiba di Rembang dan singgah di salah satu kecamatan yang bernama Lasem. Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Indonesia. Merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang. Lasem dikenal juga sebagai “Tiongkok kecil” karena merupakan kota awal pendaratan orang Tionghoa di tanah Jawa dan terdapat perkampungan tionghoa yang sangat banyak. Di Lasem juga terdapat patung Buddha Terbaring yang berlapis emas.

Kecamatan ini merupakan salah satu kecamatan di pesisir pantai laut Jawa di kabupaten Rembang, berjarak lebih kurang 12 km ke arah timur dari ibukota kabupaten Rembang. Dan karena terletak di pantai utara pulau Jawa, bila melewati akan disuguhkan dengan bau laut, deburan ombak. Saat kami lewat, suguhan tadi plus sunset yang indah. Dan kami pun pitstop di situ untuk foto-foto sejenak sambil meluruskan kaki ^_^

Me, picturing him at the other side using his Sony Nex-5n. Photo : @nurikidy
Parkiran kapal ^_^ | Photo : @nurikidy
Sunset in Lasem – Rembang :)

Touchdown Jawa Timur
Setelah foto-foto, perjalananpun dilanjutkan. Dari Rembang, masuk ke Tuban. Dengan masuknya ke Tuban, kami officially udah touchdown di Jawa Timur! Hahaha. Akhirnya!!! ^_^ etapi jangan senang dulu. Untuk mencapai Malang masih butuh sekitar 4-6 jam lagi kalau lancar :D

Melalui twitter, si Arie @astralclouds ngontak saya, ternyata dia sedang mudik ke Lamongan. Jadilah, dari Tuban, menuju Malang, lewat Lamongan. Pinginnya sih soto ayam Lamongan, tapi tetep, yang jualan kayaknya pada masih leyeh-leyeh :D

Setelah mention-an, DM-an, sms-an ama si Arie, akhirnya kami kopdar di dekat bundaran setelah gerbang masuk kota Lamongan.

Kopdar bareng Arie @astralclouds di Lamongan

Setelah kopdar singkat dan (akhirnya) makan gabungan siang dan malam, kami pun berangkat lagi menuju Malang. Melalui arteri baru di Porong, kami nge-bypass Lapindo menuju Malang. Dan ya gak masuk Surabaya sama sekali tentunya :)) *larilari dari tatapan penjaga tower, @bennychandra*

20 Agustus 2012 : Malang!
Akhirnya nyampe juga di Malang pada tanggal 20 Agustus 2012, jam 00.23, setelah 52 jam!! Dihitung-hitung sebenarnya ya bener 52 jam. Byuh lebih dari 2 hari di jalanan :D kalau ke Makassar naik kapal pun, ini udah sampai, karena dari Jakarta ke Makassar hanya butuh 2 hari 2 malam untuk sampai. Dan itu naik kapal laut, di mana masih bisa leyeh2, ke toilet bila perlu, makan bila perlu :))

Twit saya pada saat memasuki gerbang kota Malang Raya :D

Begitu nyampe, ngintip ponakan baru yang udah terlelap, lalu ikutan tepar :D

Ariq Akhtar Rausan Fikri

Phew! Yes, it was a really long journey to the east >__<

**Intip juga postingan Nuy di sini, sini, sini, sini, dan sini.

Related posts :

15 thoughts on “#JavaRoadtrip : Long Journey to the East”

Leave a Reply