Kisah Tentang Seorang Teman

Di postingan ini saya mau bercerita tentang seorang teman saya. Saya mengenalnya di salah satu komunitas blogger di Indonesia. Seorang perempuan yang penyuka ungu dan mudah bergaul di mana-mana. Mengenal teman saya ini awalnya bertemu di salah satu kopdar di salah satu komunitas blogger. Setelah berbincang ini dan itu, ternyata dia dapat menawan hati teman-teman blogger dengan menawarkan segala kebaikan dan persahabatan yang indah. Dia cukup membantu di salah satu komunitas blogger, cukup aktif, hingga namanya pun dikenal di kalangan blogger Indonesia lainnya. Tidak pernah mau ketinggalan kalau ada kopdar, terutama kopdar-kopdar raksasa yang mengharuskan pergi ke suatu kota, salah satunya adalah Pesta Blogger.

Tetapi dari semua yang indah-indah itu, perempuan penyuka ungu ini merupakan seseorang yang licin, susah dilacak bila sudah menghilang. Pandai mengeluarkan kata-kata manis namun berbumbukan dusta bagi mereka yang sudah kepalang mempercayainya. Ia juga mampu menjadikan teman sebagai perisai untuk menutupi apa yang telah ia lakukan.

Ada sebuah kisah menarik tentang teman saya ini. Di tahun 2008, ia dipercayakan untuk dititipi kartu ATM salah satu komunitas blogger, sebab saya harus meninggalkan komunitas tersebut karena tugas PTT. 2 bulan sebelum tahun 2008 itu berakhir, komunitas tersebut akan melaksanakan acara sehubungan dengan ulang tahun mereka yang kedua.
Perempuan itu, yang dititipi kartu ATM, malah tidak melakukan apa-apa. Di milis panitia jelas bahwa panitia sedang butuh uang untuk menutupi sewa tempat, publikasi radio, dll. Perempuan itu, selalu menghindar dengan berbagai alasan bila ditagih. Membuat teman-teman panitia lain terpaksa hutang sana-sini terlebih dahulu untuk menutupi kekurangan acara tersebut.
Lalu perempuan itu mengaku kalau kartu ATM tersebut hilang bersama dompet ungunya.

Acara ultah, saya pulang. Sekalian mengurus kartu ATM tersebut yang memang atas nama saya dan bendahara komunitas. Setelah melalui prosedur kepolisian dan perbankan, akhirnya kartu ATM untuk rekening komunitas tersebut berhasil diterbitkan lagi. Saya pun dengan inisiatif meminta CS bank tersebut untuk print transaksi dalam 3 bulan terakhir. Tepatnya setelah kartu tersebut pindahtangan sebelum dilaporkan hilang.

Dan semuanya terbongkar. Ketahuan kalau perempuan tersebut ternyata malah menggunakan uang milik komunitas itu, bukannya memberikan kepada teman-teman panitia demi pelaksanaan acara komunitas. Uang komunitas itu, yang susah payah dikumpulkan, berasal dari donasi member, penghasilan jual merchandise-merchandise komunitas, hasil beli putus dengan salah satu penerbit, hasil negosiasi sponsorship dengan pihak sponsor, ludes ditandaskan oleh perempuan penyuka ungu itu. Jumlahnya ada 7 (tujuh) digit.

Saya memberikan hasil print transaksi tersebut kepada perempuan itu. Memintanya mengakui kesalahannya dan mewajibkannya untuk mengganti semua yang telah di-“rampok” dari komunitas. Melalui email, dia mengakui dan menyebut jumlah total yang telah diambilnya, dan berjanji menggantinya dalam waktu 2 (dua) bulan dengan cara mencicil.

Tetapi apa yang terjadi 2 (dua) bulan kemudian? Dia menghilang. Lenyap. Lepas dari kota itu, berpindah ke kota lain, bertemu dengan teman-teman lain dari komunitas sejenis. Pada teman-teman, dia mengaku akan mengikuti workshop media di ibukota negara ini, yang kemudian diketahui bahwa dia menerima pekerjaan untuk mengurus salah satu web yang berkepentingan politik.

Bodohnya, dunia maya itu tidak lah seluas yang dibayangkan. Ke manapun kamu pergi, akan bertemu dengan orang-orang itu lagi. Istilahnya 4L. Loe Lagi Loe Lagi.

Kisah ini tidak berakhir di sini. Ada kisah lain yang mendampinginya. Dia juga melakukan hal yang sama di tempat dia bekerja sebelum dia berpindah ke kota lain. Jumlah yang sama. Tujuh digit lenyap dari kas kantornya.

Dan kisah ini belum berakhir. Uang komunitas belum kembali seutuhnya. Dan ini sudah 1 tahun 3 bulan sejak kisah di atas dimulai. Dan kami sudah cukup SABAR menanti. 1 tahun dan 3 bulan.

Kurang lebih dalam 2 (dua) bulan terakhir, saya mengetahui sebuah kisah lain dari perempuan itu. Berasal dari seorang teman dunia maya, yang juga merupakan korban perempuan penyuka ungu ini. Hingga detik ini belum juga kembali. Jumlah digit yang sama. Tujuh.
Bukan hanya janji-janji penuh dusta yang diumbarnya, kata-kata yang penuh alasan untuk menutupi keberadaannya disebarkannya.
Tapi dia lupa, sekali lagi, dunia maya tidaklah seluas yang dibayangkan :)

Demikian kisah seorang teman saya. Seorang perempuan yang penyuka ungu dan mudah bergaul di mana-mana. Kisah ini belum berujung dan belum berbatas.

Modus perempuan ungu ini: bergaul di komunitas tertentu hingga diterima dengan sangat baik, kemudian mulai mempermainkan kepercayaan, dengan berusaha meminjam duit. Lalu? Menghilang.

Mengapa saya posting semacam ini di blog saya? Saya sudah merasa jengah dengan semua yang telah dilakukannya. Dan korbannya bukan hanya komunitas, kantor, dan saya pribadi, tapi ternyata sudah merambah ke teman-teman lain di komunitas yang lain.
Melalui postingan ini saya berharap, jika ada teman-teman bertemu dengan perempuan itu, hati-hati saja. Berteman? Silakan. Tapi jangan sampai perempuan itu berhasil pinjam duit pada kalian.

Apakah kamu juga jadi korbannya? Waspadalah :)

Btw, ini kisah2 lain tentang perempuan ini:
Big Fat Liar
Si Penyuka Ungu
Kasus (Lama) Itu Terulang Lagi
Liar Liar (Burn In Hell) by The Used
Ikan Hias yang Anggun

Related posts :

52 thoughts on “Kisah Tentang Seorang Teman”

  1. di komunitas kami juga pernah mengalami kejadian serupa dimana orang yang dititipi ATM malah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi, tapi akhirnya bisa diselesaikan dengan baik-baik

    memang berat lho kawan dititipi uang itu. coba bayangkan seandainya yang dititipi itu kamu dan pada saat itu kamu sedang butuh uang. apa yang akan kamu lakukan?

    tapi itupun tidak bisa jadi pembenaran. sebaiknya selesaikan masalah ini baik-baik dan jangan sampai mencoreng-moreng komunitas blogger itu sendiri di muka umum

    1. budiono: kalau saya dititipi dan saat itu saya sedang butuh uang, saya lebih baik memberikan ATM ini kepada yang kepentingan, kepada bendahara komunitas misalnya. biar saya ga korek2 uang yang bukan menjadi hak saya.
      okelah kalo terpaksa mengambil, tapi kan harus bertanggungjawab dengan mengembalikan uang tersebut. bukan dengan cara kabur.
      segala cara yang baik-baik sudah dilakukan, tetapi sepertinya dia ga mempan ama cara2 penagihan yang halus dan menggunakan perasaan :(

  2. kenapa rata-rata pada posting tanpa disertai foto dan nama yang bersangkutan? sebagai pembelajaran bersama tentu hal itu penting. kalau dibilang takut pencemaran nama baik, halah tinggal kasih disklaimer aja kok, tiga ramadhan empat kali lebaran, ditunggu uang dikembalikan, tapi tak juga ada jawaban. foto diturunkan kalau uang dikembalikan. gitu dong!

    1. lantip: kalo sebut nama ntar kena pasal2 pencemaran nama baik dll.. Hihihi..

      adink: saya hanya bercerita apa adanya. plus udah jengah juga.

      dg ipul: *sigh* ya begitulah :( sampai hati melihat teman2 luntang lantung kayak gitu. dan itu ketahuan lebih banyak lagi setelah saya mengaudit panitia ultah dan tukang jual merchandise.

      ntan: batuk kalem ga gitu kaleee =))

  3. Ra..saya sedih baca postinganmu ini..sumpah..!!
    di saat kita semua sedang berusaha keras membesarkan komunitas ini ternyata ada pihak yang malah mengambil untung untuk kepentingan pribadinya..luar biasa, apa nuraninya tidak terusik melihat betapa susah payahnya teman2 panitia dalam persiapan acara kemarin..??

    sedih saya…
    dan sepertinya saya juga hampir jadi korban ya..? (ingat ndak yang waktu saya nelpon untuk menagih waktu itu..? )

  4. uang yang hilang bisa kembali, tapi perasaan sedih yang tercoreng karena hal ini, sulit untuk disembuhkan… :(

    semoga uang komunitasnya cepat kembali, dan hal2 seperti ini tidak terjadi lagi :(

  5. Rara.

    Saya sedih dan prihatin sekali baca postingan ini. Semoga perempuan ungu ini bisa sadar bahwa kepercayaan, kehormatan dan integritas diri jauh lebih mahal dari uang yang dipinjam dan tak dikembalikan itu.

  6. lah jd begitu toh … sidia itu, itu yah …

    mungkin rara ingat waktu ada undangan dari komunitas linux di salah satu mall, saya pas ada disana, sy tidak tau urusan tiba2 saya di sodorkan undangan tuk jadi pewakil komunitas, krena dia tidak mau hadir, apa lah sy tau … trus rara komplain kalo saya tidak pakai atribut, lah saya hanya di comot di jalan, jad maaf kan aku Ra…

    baru tau sayaH :P

  7. “dunia maya itu tidak lah seluas yang dibayangkan”..
    saya tidak setuju dengan kata2 anda tersebut. dunia maya itu
    luasnya ga bisa dibayangkan, yah semoga tidak terjadi kasus dengan
    anda mengenai dunia maya.

    salam

  8. klo di pikir2 masalah yang namanya uang gak bakalan habis….intinya kita harus jaga iman kita je

    makasih

  9. ckckck..
    klo udah terjadi berulang2 gitu, berarti emang tabiat dy begitu ya.. amit2 deh..

    klo kata TweetMoveOn :
    “Be worried about your character, not your reputation.” :D *gaknyambung

  10. Hallo k’Rara. Lama mi k tdk ke sini lagi.

    Ttng postingan ini, yg dimaksud member dari Komunitas.A.M to? User name na ada Purple2 na ntu?
    Saya baru tau lho, soalnya saya keluar dari komunitas.A.M sebelum ada kabar begini.

    KesianG k, soalnya email ku juga ada Purple2 na juga. Sebenar na mo k kembali ke A.M tapi malla k’, nanti z dikira komplotannya si Purple.

  11. wah, saya baru tau ternyata ada yaa hal spt ini di dunia perbloggeran, sayang sekali.. kepercayaan orang disia-sia kan.. semoga kedepannya bisa lebih berhati-hati dalam memilih bendahara.. uang itu emang godaan.. :)

  12. ada-ada saja kisah dan kejadian-kejadian seperti ini.. kok gak adahabisnya gitu se.. hemmm smuanya emng trgantung dari kitanya.. mo kemana dan bagaimana.. kalo baca kisah diatas smoga smuanya cukup sampai disini dah..

Leave a Reply