Travelling to Bangkok (2)

Postingan ini merupakan sambungan dari postingan sebelumnya: Travelling to Bangkok (1).

Perjalanan dari Suvarnabhumi International Airport menuju Khaosan Road memakan waktu kurang lebih 45 menit. Sesaat setelah naik, supir taksi bertanya apakah mau pakai argo atau tidak mau pake argo. Kalau pakai argo mungkin bisa nawar. Tapi berhubung kami berdua tidak tahu menahu soal jarak dan harga yang pas untuk ke Khaosan Road, maka kami minta pak supir untuk menyalakan argonya saja. Dengan catatan harga di argo di luar biaya tol.

Gerbang tol pertama 25 Baht, dan gerbang tol kedua 45 Baht. Karcis tolnya cukup unik. Kalau di Indonesia karcis tol-nya serba ngirit dan komputerisasi, di Bangkok karcis tol-nya lebih besar dan manual. Bukan manual tulis tangan, tapi manual dilubangi pada gerbang tol yang dilewati. Total ongkos taksi yang harus dibayar adalah 470 Baht, tidak termasuk tarif tol tadi.

Tiba di Khaosan Road, taksi ternyata tidak bisa masuk karena pada malam hari jadi car free night :D untungnya Rikka Inn ini terletak di ujung Khaosan Road yang dekat Burger King. Jadi dari ujung jalan pun tidak terlalu jauh.

Continue reading “Travelling to Bangkok (2)”

Travelling to Bangkok (1)

Akhirnya, setelah di-pending 3 kali karena 3 bulan terakhir ini Bangkok sempat rusuh, saya berangkat juga ke Bangkok. Saya berangkat bareng Golda. Karena tiket yang saya pakai adalah tiket voucher gratisan, maka pengurusannya pun tidak melalui website Air Asia seperti biasa, tetapi melalui staf Air Asia Office Management. Namanya mbak Kristina.

Hingga hari Senin kemarin, saya sama sekali belum pegang tiket. Hanya tau kalau saya akan berangkat ke Bangkok hari itu juga, karena sudah dijadwalkan setelah penundaan terakhir. Jadi hari Senin kemarin, jam 11.00 saya sudah tiba di kantor Air Asia Office Management, Bandara Soekarno Hatta terminal 1A, lantai 2, untuk mengambil tiket dari mbak Kristina. Kemudian ke terminal 3 untuk bayar pajak tiketnya (harga tiket sih Rp 0.- hehehe), kemudian kembali ke terminal 2D untuk cek in dan siap berangkat pukul 16.20 dengan menggunakan QZ 7716.

Lembaran konfirmasi dari mbak Kristina untuk bayar pajak dan cek in

Masuk ke terminal 2D Bandara Soekarno – Hatta, ternyata Air Asia punya sistem antrian yang baru, demi mencegah lamanya antrian. Terakhir naik Airasia ke Kuala Lumpur, bulan Oktober yang lalu, sistem check-in masih manual dan pakai ngantri2 :P

Continue reading “Travelling to Bangkok (1)”

Jadi Begini..

bloggingPhewww… akhirnya posting lagi *lirik postingan sebelumnya yang bertanggalkan 2 Oktober 2009 yang tentang batik itu* :D
Ngobrol-ngobrol ama Deden kemarin, waktu abis maem Coto di Daeng Memang Ampera, sepertinya semua memang lagi dilanda Blogger’s Block *ngikut-ngikut istilah Writer’s Block, hihihihi :D Hmmpfff harus kuat dilawan nih blogger’s block. Jangan sampai mem-block beneran hasrat ngeblogging :p

Ke mana saja sih?
Setelah selesai PTT, saya jadi pengangguran. Banyak yang tidak percaya saya adalah pengangguran, soalnya karena nganggur jadinya kebanyakan acara, hehehe.. Acara ke sana, ke sini, dan ke mana-mana. Travelling!
Yup, travelling adalah hobi saya. Serius! Hobi yang nggak murah, tapi masih lebih murah dari hobi fotografi atau ganti-ganti gadgets :P hehe. Sejak dulu, saya paling bersemangat kalau diajak pergi-pergi, apalagi yang jauh-jauh sampai harus pake pesawat atau kapal laut. Istilah orang, kaki panjang :D ketika sudah kuliah, kesukaan saya ini makin akut. Apalagi setelah menjadi anggota grup pelaksana LDR, kaki saya rasanya makin panjang saja haha..
Tapi travelling yang saya lakoni ini, bukanlah travelling yang disembari dengan shopping. Tetapi travelling yang low-budget. Modalnya minimal kamera poket atau kamera ponsel (syukur-syukur kalau dapat pinjeman DSLR :P), peta, dan kaki. Jadi aktivitasnya apa saja? Yaa… motret, lihat-lihat, jalan-jalan, sightseeing, dll. Budget saya kebanyakan habis di makanan, tiket masuk tempat sightseeing, dan tiket bis / kereta.

Jadi sudah travelling ke mana saja? Errr.. ke mana-mana hahaha :D ke pulau penyengat yang di tanjung pinang, ke batam, singapur, road journey se-jawa, road journey di sulawesi selatan, malaysia, kamboja, dll dll :D
Punya segudang penuh dengan bahan tulisan, sampai bingung mau ditulis yang mana duluan.. Mana belum posting tentang Pesta Blogger 2009 pula. Emmh mulai dari mana ya?

Writing Down from Bangkok

LCCTHey!
Yap! Sekarang gw udah di Bangkok. Dibawa oleh pesawat Air Asia AK 880 jam 08.25 berangkat dari LCCT (Low Cost Carrier Terminal) KLIA. Tiba di Bangkok jam 09.30 waktu Bangkok (waktu di Kuala Lumpur adalah satu jam lebih cepat daripada waktu di Bangkok), dengan perjalanan selama dua jam.
Karena pesawat akan take off jam 08.25 pagi-pagi, maka gw tuh udah harus bangun dari jam 4 subuh!! Aaaargh! Masih ngantuk :( hiks..
Jam 5 lewat gitu kami dijemput oleh taksi (kalau di Malaysia: TEKSI) yang sudah dipesan kemarin. Perjalanan dari hotel (di daerah Bukit Bintang) ke LCCT-KLIA itu selama 1 jam 7 menit, jadi memang harus lebih cepat perginya. Di taksi, gw tidur lagi hahaha :D

thailandGw tiba di Bangkok! Untuk ketiga kalinya, gw menginjak ibukota negara Thailand ini. Pertama, waktu gw ke Jepang tanggal 2001, transitnya di Bangkok, pulang dan pergi. Kedua, awal tahun ini gw ke Chiang Mai, pulangnya via Bangkok trus ke Singapore dan ke Jakarta. Ketiga? Ya ini..
Kesan? Yaaa gitu deh.. Kembali melihat tulisan-tulisan keriting yang tak dapat diidentifikasi itu :P

Gw nginap di Alliance Guest Home, jalan Pradipat Soi 13. Di mana itu? Don’t ask me hehehe, yang jelas gw tau kalau ini dekat ama Big C. Big C itu kalau di Makassar mungkin bisa disamakan seperti Panakukkang Square gitu lah. Terdiri dari 3 lantai dengan pembagian yang berbeda-beda. Paling atas itu adalah Big C-nya. Hehehe ternyata tuh Big C adalah semacam hypermart atau carrefour gitu.

So?
Capek I-|

Besok gw akan terbang lagi.. Tapi sore.
Tujuan? Ke Xiamen, naik (lagi-lagi) Air Asia hehehe..

INDONESIA!!! I miss u hiks.. :(

Writing Down from Kuala Lumpur

Hey!
Pertama-tama, gw mau berterima kasih banget buat yang udah menyempatkan diri dateng ke MP Book Point, tanggal 1 Juli 2006 kemaren. Acara itu sangat seru, teman-teman sampai memborong bukunya habis hahaha… Tapi jangan khawatir, MP Book Point akan disetok lagi oleh penerbit Cinta (iya ga? *lirik2 kang benny*) hehehe..

launching OKS

Launching OKS

Dan juga buat teman2 yang kehabisan buku TW OKS di MP Book Point kemaren, bisa menemukan buku-buku itu tertumpuk dengan banyaknya di Pesta Buku Jakarta 2006 di Istora Senayan Jakarta.. mulai tanggal 1 Juli kemaren sampai tanggal 9 Juli 2006 mendatang.

Buruan dihabiskan!! Hehehehe.. gw baca papan di atasnya, diskon 20% lho!!

Oke oke.. trus apa lagi ya? Nah tanggal 2 Juli kemaren gw menyempatkan diri untuk dateng ke Pesta Buku Jakarta 2006 di Istora Senayan Jakarta. Ramee!
Trus gw nangkring gitu di stand-nya Gagas Media, lagi ada talk show-nya Adhitya Mulya dan Ninit Yunita. Seruu! Dan gw dengan pasrahnya dikerjain ama Windy neh.. parah! Tapi lumayan.. dapet souvenir dan buku gratis hehehe..
Foto? Tentu ada.. tapi nanti yah, setelah gw balik. Soalnya lagi ga ber-memory card reader neh komputer yg gw pake. Nge-warnet gitu..

Nah sekarang?
LCCTGw lagi di Kuala Lumpur. Tadi siang dari Jakarta, terbang naik Air Asia AK 953 jam 13.10, tiba jam 16.10 di Kuala Lumpur. Satu hal yang baru, sekarang pesawat-pesawat low-budget kayak Air Asia dan teman-temannya itu udah enggak tiba di KLIA (Kuala Lumpur International Airport) seperti biasanya. KLIA yang megah nan milenium n serba perak itu udah ga diinjak lagi kalau pake pesawat semacam Air Asia.
Nah di mana?
DI LCC-T namanya. Alias Low Cost Carrier Terminal. Jaraknya dengan KLIA sekitar 15 menit naik bis. Tempatnya.. uh.. ga kerasa kalau lagi ke luar negeri :( Lebih bagus dari bandara Hasanuddin di Makassar tapi lebih sederhana dari Bandara Juanda di Surabaya. Mungkin seperti itu kali perbandingannya :p

Oh iya, besok gw mo terbang lagi ke Bangkok, Thailand. Naik Air Asia jam 08.35, tiba di Bangkok jadwalnya jam 09.30.

C u in the next report :p
Gw usahain untuk blogging di setiap negara yang gw datangin hehehe…

Take care yah semuah :)
Udah kangen ama Indonesia nih :(
hiks…

Sawatdii Kha? Sabaidii Rew Kha? (Hello! How Are You?)- Part 2

Image hosting by PhotobucketGw udah kembali lagi ke Chiang Mai. Foto di sebelah ini adalah gw lagi naik Tuk Tuk. Anginnya kencang banget sampai rambut gw jadi kek gitu hehehe.

Seperti yang gw ceritain pada posting sebelumnya, dari hari Sabtu sampai siang tadi gw ke Mae Sot, kota kecil di perbatasan Thailand-Myanmar. Udaranya di sana kalau malam tuh dingin banget, pagi-pagi juga. Tapi kalau siang dan sore, panasnya gila-gilaan. Dan payahnya gw lupa bawa topi, jadi deh muka gw merah kek kepiting rebus katanya hehehe.

Image hosting by PhotobucketEh sebelum gw lupa, posting sebelumnya gw janjiin untuk nampilin dua dari tiga jenis kendaraan umum di Thailand :) Nah sebelah kanan ini. Tampak agak depan itu yang namanya Tuk Tuk dan yang di belakang dan merah itu yang namanya Rot Daeng. Kalau bingung penjelasannya, baca aja posting sebelumnya dulu :)

Ok, lanjut..
Berangkat dari Chiang Mai jam 13.10 menuju Mae Sot, dengan perjalanan 6 jam. Jadi gw tiba sudah jam 7 malam gitu, nginep di Rujira Bed & Breakfast. Malam itu istirahat, besok paginya mulai deh jalan. Gw berkunjung ke beberapa sekolah-sekolah sambil bantuin jadi tenaga kesehatan buat yang membutuhkan.
Kasihan banget sekolah-sekolah di pojok Thailand. Ternyata sama juga dengan di pojok Indonesia. Sekolah yang seadanya terbuat dari anyaman bambu, yang sekali disapu angin keras langsung terbang tuh. Orang-orang yang nggak tau tentang how to brush your teeth.. Trenyuh jadinya..

Image hosting by Photobucket Image hosting by Photobucket

Setelah jam 2-an gitu gw dan beberapa teman iseng pengen ke perbatasan Thailand-Myanmar. Pengen tau kek gimana sih yang dibilang perbatasan via darat ini (norak banget ya) hihi.. Sekalian juga pengen ada cap imigrasi dari negara Myanmar di paspor. Kan jarang-jarang tuh bisa ke sana lagi :D
Image hosting by PhotobucketMendengar kata perbatasan, gw pikir kita akan jalan di hutan-hutan menuju negara tetangga Thailand ini. Tapi ternyata tidak. Pada perbatasan ini, Myanmar dan Thailand dipisahkan oleh sebuah sungai yang cukup jauh untuk direnangi (foto di sebelah itu memperlihatkan sebelah kiri adalah Thailand dan sebelah kanan adalah Myanmar). Dan sebagai fasilitas untuk melintasi sungai ini kedua negara ini dihubungkan dengan jembatan tol yang sangat panjang (it takes 5 minutes to walk fast). Di ujung kedua jembatan ada kantor imigrasi, dan kita harus menyerahkan paspor untuk distempel-stempel lagi. Yah gitu deh, urusan keimigrasian :D
Untuk masuk Myanmar, tidak dibutuhkan visa tertentu, dengan syarat kita hanya bisa satu hari hingga pukul 17.00 di dalam negara itu dan kembali ke Thailand. Lebih dari itu harus apply visa.
Setelah urusan keimigrasian, maka dimulailah long walk to Myanmar. Melintasi jembatan yang paaaanjangg dengan udara yang sangat paaanaaass.. walah walah. Tiba di ujungnya kembali lagi dengan urusan keimigrasian.

Image hosting by Photobucket Image hosting by Photobucket

Myanmar itu juga dikenal dengan Burma. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Pyinmana pada tanggal 7 November 2005. Selain tetanggaan dengan Thailand, Myanmar juga tetanggaan dengan India.
Pengaruh India pada Myanmar besar sekali. Tulisannya aja dah murip-mirip tulisan India. Orang-orangnya juga. Dan katanya, semakin ke barat, semakin mirip orang India. Gw punya foto-fotonya tapi lupa diupload ke pen drive :P

Image hosting by Photobucket Image hosting by Photobucket

Foto di atas itu, contoh wanita Myanmar. Mereka pakai semacam bedak (tapi bukan bedak) di mukanya. Itu untuk mempercantik diri katanya. Mereka meyakini kalau mereka pakai gitu mereka akan semakin cantik :D Yang di bawah adalah foto plat nomor mobil di Myanmar. Ga tau apa artinya tapi tulisannya aneh :D

Image hosting by PhotobucketOh iya ini gw ada foto dengan wanita Thailand (yang baju putih) yang jadi kepala koki di Rujira Bed & Breakfast tempat gw nginep. Coba tebak, dia cewek beneran atau cowok jadi cewek? :D

Oke segitu dulu aja.
Besok gw udah terbang balik ke Singapore untuk nemenin nyokap gw check-up kesehatan di sana. Di Mount Elizabeth Hospital, Orchard.

C u around.. Moga-moga bisa ketemu ama teman-teman blogfam yang di Singapore :)

Sawatdii Kha? Sabaidii Rew Kha? (Hello! How Are You?)- Part 1

Image hosting by PhotobucketSudah 5 hari di Chiang Mai. Sejak tanggal 15 Januari kemarin, tiba jam 1845 dengan Tiger Airways. Malamnya langsung jalan-jalan di tempat jualan macam-macam souvenir dan seni. Namanya Night Bazaar. Jualannya lumayan murah tapi harus nawar dengan tidak berperasaan. Pertama ketika dia buka harga langsung banting 50 persen. Trus naik dikit-dikit lah. Cukup 2 kali atau sekali naikin harga sekitar 10 atau 20 baht. Trus berlagak ga mau dan nyelonong pergi. Ditanggung langsung dipanggil lagi dan penjual pun nyerah hahaha :D

Trus harus nyobain Thai Massage. Enak banget! Dan nggak pake acara buka baju seperti yang disangka biasanya. Tetep pake baju, cuma ganti baju pake bajunya tempat itu biar baju kita nggak kusut. Untuk yang mijet biasanya dikasih sesuai dengan jenis kelamin si pelanggan (cewek dikasih cewek, cowok dikasih cowok) hehehe.

Image hosting by PhotobucketUntuk transportasi dalam kota ada 3 jenis kendaraan umum. Semua kendaraan umumnya tulisannya “TAXI“.
1. Tuk Tuk: kendaraan yang cuma ada di Thailand. 3 roda kayak Bajaj tapi lebih besar dan muat untuk 3 orang. Next posting gw tampilkan gambarnya deh. Tarifnya biasa 20 baht per orang. Kalau nggak bisa ngomong Thailand biasanya suka di-mark-up.
2. Rot Daeng: kendaraan kayak pick-up truck (foto nyusul ya), kendaraan yang biasa dipake oleh orang-orang lokal di thailand. tarifnya berkisar dari 15 baht sampai 30 baht per orang, tergantung seberapa jauh tujuannya.
3. Taxi-Meter: ya taksi biasa warna kuning biru, cuma pake meteran :D lebih mahal tentunya lah.

Kalau mau naik kendaraan umum di Thailand, caranya:
1. Lambaikan tangan (ga usah tinggi-tinggi) di pinggir jalan.
2. Bilang ama supirnya tujuannya mo ke mana dan nawar harga.
3. Kalau mau berhenti, tekan bel yang ada di atas (di langit-langit mobil).
4. Kalau bayar, sebaiknya bayar dengan uang pas atau uang yang jumlahnya mendekati tarif yang ada (jangan bayar 20 baht dengan 1000 baht!!)

Ini ada beberapa catatan bahasa thai yang gw tau :P
Leaw saai = belok kiri
Trong pai = terus
Leaw khwaa = belok kanan

Kalau mau nanya harga, misalnya mo nanya berapa harganya untuk ke Night Bazaar? Bilangnya pai Night Bazaar thao rai?
Dan untuk semua kalimat selalu diakhiri dengan kata khap (kalo yg ngomong cowok) atau kha (kalau yg ngomong cewek). Bisa sih nggak pake khap atau kha, tapi nggak terlalu sopan jadinya.
Jadi kalo cowok nanya: pai Night Bazaar thao rai khap?, dan kalau cewek nanya: pai Night Bazaar thao rai kha?.
Ribet ya? :D

Thing not to do in Thailand yang gw pelajari selama di sini:
1. Kalau di kantor pos jangan ngelem perangko pake ludah (sometimes ppl lick the stamps), karena di perangko ada wajahnya sang raja Thailand, dan hal ini merupakan penghinaan.
2. Uang kertasnya nggak boleh kusut atau kucel-kucel. Penghinaan terhadap sang raja Thailand juga, karena wajah beliau ada di uang kertas tersebut.
3. Tidak boleh menunjuk atau mendorong pintu dengan kaki.
4. Kalau pangku kaki, arah ujung kaki tiak boleh mengarah ke seseorang. Tabu.
5. Kalau berpapasan dengan monk (botak n pake kain kuning :P) jangan sengaja nyenggol mereka atau bersentuhan dengan mereka. Mereka akan menjadi tidak suci.
Itu aja dulu. Sebenarnya mungkin lebih banyak.
Ok sampai sini dulu deh, nanti kalau gw dapat koneksi internet lagi baru gw mo lanjutin.

Besok gw mau ke Mae Sot, 6 jam perjalanan dengan bis ekspres dari Chiang Mai. Mae Sot itu terletak di sebelah barat dekat perbatasan Thailand-Myanmar. Mungkin bisa nyelonong 1 hari ke Myanmar hehehe..
So.. c u all..