I’m @ruangrupa

Tanggal 2 September 2006 kemaren gw terbang ke Jakarta. Diundang ama ruangrupa.

Dan kalian pasti bertanya-tanya? Ruangrupa? Whatdehek is that?? Hihi..

Gini gini..
Ruangrupa itu adalah sebuah artists’ iniative yaitu organisasi seni rupa yang didirikan oleh seniman-seniman muda yang tinggal & bekerja di Jakarta. Kalau yang resminya, penjelasannya begini:
ruangrupa, sebuah artists’ initiative yang didirikan tahun 2000 oleh sekelompok seniman dari Jakarta. Organisasi nirlaba yang bergiat mengupayakan pertumbuhan kemajuan menggagaskan soal-soal seni rupa dalam lingkup luas kebudayaan melalui pengkajian ilmu-ilmu seni, telaah, dan pendokumentasian serta kerja-bersama di antara seniman dan cipta kreatifnya melalui pameran, program residensi seniman, art project dan workshop.

Dalam setiap project yang dibuat oleh ruangrupa, selalu mengangkat kehidupan urban dan permasalahannya di kota dengan Jakarta sebagai konteks.

Nah project-project yang dibuat oleh ruangrupa ini, salah satunya yg gw ikutin sekarang. Artist in Residency. Beberapa seniman lainnya.. Sebastian Friedman (Photographer / Argentina) , tinggal & bekerja di Buenos Aires, Ari Dina ( Video Artist / Jakarta) , tinggal & bekerja di Jakarta, akan bekerjasama dengan gw di project ini.

Kenapa gue? Kok gue ikutan?

Awalnya mereka mau ngundang penulis. Penulis muda gitu. Trus minta ama Andan yang di Yayasan Kelola untuk merekomendasi penulis muda dari Makassar. Si Andan dengan santainya nyuruh nyari di Panyingkul.com. Dan di situ mereka menemukan tulisan gw tentang karebosi, yaitu Karebosi Pagi, Karebosi Sore. Di situ mereka tertarik melihat tulisan gw, lalu kemudian merasa bahwa tulisan gw di situ cocok dengan tema project mereka. Public Holiday.

Ya, kembali ke penjelasan sebelumnya.. Ada 3 seniman yang diundang, termasuk gw. Terdiri dari fotografer, video editor, dan gw datang sebagai penulis :D Kami yang bertiga ini nantinya juga akan tinggal dan bekerja di ruangrupa selama project berlangsung. Di akhir project yaitu tanggal 23 September akan dilakukan presentasi project berupa pameran dan diskusi. Pameran akan berlangsung dari tanggal pembukaan 23 September sampai penutupan tanggal 30 September bertempat di ruangrupa.

Dan demikian lah.. Gw diundang. Dan tentunya.. dibayarin (termasuk ongkos pesawat, tanggungan akomodasi + makan +transportasi dong ;) hehehe..

Nah projectnya itu apaan sih?

Subject utama yang menjadi focus ruangrupa di tahun 2006 adalah mengenai kota Jakarta dan narasi kecil tentangnya.

Dalam project seni rupa kali ini, ruangrupa mencoba mengangkat tema tentang “Public Holiday” yaitu hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana masyarakat di Jakarta melewatkan atau mengkonsumsi waktu liburnya di kota dalam hubungannya dengan perubahan kehidupan sosial dan perkembangan kota melalui riset dan karya visual dalam masa kerja selama 3 minggu.

Selama ini, pengembangan kota Jakarta dilihat melalui pembangunan fisik kota selalu menitikberatkan pada nilai-nilai ekonomi, sehingga sering mengabaikan aspek-aspek sosial dan individu penduduknya. Di lain pihak, tidak dapat dipungkiri besarnya kontribusi dari individu-individu penduduk kota ataupun kelompok-kelompok lokal bagi perkembangan kota dan pembentukan struktur sosial di kota.

Dalam project Public Holiday ini, ruangrupa mencoba mencari kemungkinan untuk mendapatkan narasi-narasi kecil dari kehidupan kaum urban di Jakarta melalui individu-individu yang tinggal dan bekerja di kota ini. Bagaimana dari individu-individu ini bisa digali sebuah cara pandang dan refleksi yang intim dan personal tentang perkembangan kota Jakarta dan perubahan kehidupan social dalam masyarakat kota. Dan bagaimana kaum urban di Jakarta melewati hari liburnya, baik itu hari libur nasional ataupun weekend, yang juga membentuk gaya hidup dan pola konsumsi yang berbeda akan liburan.

Anyway, di sini lah gw.. “terdampar” di Jakarta dengan sukses. Hunting event, hunting kerumunan orang-orang, terutama di saat weekend, itu hal yang penting untuk diamati sekarang :D

Dan gw tinggal di tempat ruangrupa itu sendiri. Di jalan Tebet Timur Dalam Raya no 6.

ruangrupa depan
Nih tampak depan.

ruangrupa garasi
Ini kalau udah masuk dikit dari pintu gerbang.

kamar
Ini kamar gw :P sekarang nih kamar ada AC-nya, dan di dekat pintu masuk itu ada lemari pakaian untuk gw, yg ada kuncinya lho ;) oh iya, lemarinya baru hehehe..

Tanggal 2 kemaren itu, gw tiba 07.40 di terminal 2F. Dijemput oleh Indra Ameng, gw langsung menuju ke ruangrupa. Lalu sampai di sana gw kenalan sama beberapa penghuni ruangrupa. Rame pokoke. Di sana sudah ada juga Sebastian.. si fotografer asal Argentina yang ternyata orangnya unik banget.

Malamnya, kita diajakin ke IKJ (Institut Kesenian Jakarta), buat liat-liat malam inaugurasi anak-anak mahasiswa baru IKJ tahun ini. Kok..? Ya, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak lulusan IKJ. Acaranya gimana? Seru deh. Apalagi dekor-dekornya. IKJ gitu lho.. Nyentrik tapi nyeni banget :)

Setelah puas nontonin aksi para mahasiswa baru IKJ itu, gw plus anak-anak ruangrupa nongkrong di gerbang TIM. Pada makan nasi uduk hehe. Ternyata tempat itu adalah tempat hangout para anak-anak IKJ, dan mereka biasa ngobrol di situ kadang sampai pagi.

depan TIM
Nih tempat nongkrongnya. Rame.

kaki lima
Di depan para kaki lima depan TIM.

Oh iya, kemarin sudah sempat meeting pertama. Pertama-tama dikenalin tentang ruangrupa. Apa saja tentang ruangrupa, project-project-nya yang sudah pernah dilakukan, dll dll. Lalu diikuti dengan pengenalan antar seniman, presentasi karya yang pernah dibuat, etc. Kemudian membahas bagaimana jalannya project ini.

meeting
Nih suasana meeting, Sebastian si Argentina itu, lagi presentasi foto-foto yang pernah dia buat.

Mengais yang Tersisa

Karena ngantuk dan nggak konsen, gw tanpa sadar meng-klik satu link yang sangat crucial.
Voila!
Hilang lah hasil kerjaku selama 3 minggu!! Lengkap dengan editannya.. Dan ini sudah kali yang kedua :(

Duh, harus mulai dari awal.. dan.. pasti tidak akan sama lagi bahasanya :(
Pinjem istilah pak JaF, mengais yang tersisa.

Hari Ini Libur

Bulan Agustus ini memang diberkahi oleh banyak hari libur. Tapi dasar gw yang pada dasarnya libur setiap hari (baca: malas2an ke klinik), jadinya malah bosan.

Sebentar palingan mau ke Mal Ratu Indah ama Bati, temanin dia nyariin pianika trus hunting flash disk. Katanya harganya 99rb di Hypermart. Hehehe gw bilang, paling buatan cina itu. Good luck aja makenya :P

Hari ini gw kira mau karaokean ama Intan, Ndy dan Tee-za. Eh sms-an ama Tee-za ternyata si Intan kedatangan tamu dari luar kota dan dia hendak berkeliling dengan si tamu itu. Mungkin hari Rabu, sekalian nyicipin free buffet-nya Happy Puppy berkat id-card-nya Tee-za :D

Bentar sore mungkin mo bowling-an. Ada yg mau ikut? :D

update pukul 22:53..
Akhirnya gw n Bati ke Mal Ratu Indah, kemudian makan di McD, lalu ke Hypermart GTC demi mencari flashdisk yg katanya murah itu, kemudian balik ke rumah.
Di rumah, ga tau mau ngapain. Ya udah niat ke Miko Bowl & Pool buat main bowling. Ngajak Chris n Armin juga. Jadi gw, Bati, Chris n Armin pergi ke Miko Bowl & Pool di jalan Pengayoman depan Alfa itu.

Sampai di sana, ternyata tempat bowlingnya lagi dibooking untuk turnamen. Semuanya full tanpa terkecuali!!

Daripada useless dateng ga ngapa2in, Chris ngajak untuk main bilyard, yang juga merupakan fasilitas yang disediakan oleh Miko Bowl & Pool itu. Gw ayo aja, tapi gw memberi warning duluan, “I can’t play but I’d like to play, so teach me how :P” hehehehe.. Soalnya pertama dan terakhir sebelum hari ini, gw main bilyard di Puncak, sekitar tahun 1997 gitu, ama sodara2 gw. Itupun mereka ngedumel karena gw selalu bikin masalah krn asal ‘nyodok’ :D
Btw, Bati n Armin masih memilih untuk nonton aja.

Dan permainan diakhiri dengan kemenangan gw :P
Kemudian berlanjut dengan permainan2 selanjutnya.. sampai 4 kali.

Hehehe..
Afterward, we went for dinner @Bakso Lapangan Tembak Senayan-Mal Panakukkang, and went home.

4 Facts!

Dari Mus

4 jobs you’ve had in your life
1. SMU kelas 2: Jadi salah satu administrator staff di Kharisma Computer
2. Tahun 1998-1999: English tutor di Bimbingan Belajar Kharisma
3. Tahun 1999-2000: Pendamping kelas Conversation di Mitra English Language Centre
4.Tahun 2000-2001: News reporter di SMART FM

4 movies you could watch over and over
1. Twister: film yang super seru, tetap tegang walau nonton berkali-kali.
2. Titanic: gara-gara punya vcd-nya, teman2 bergiliran pada pengen nonton semua di rumah, dan.. kalau pada nonton pastilah gw ikut menemani :(
3. Ada Apa Dengan Cinta: pada dasarnya gw senang dengan film bertemakan SMA, sebab mengingatkan gw dengan masa-masa indah saat SMA dulu, dan juga, entah kenapa, gw ga bosan-bosan nonton film ini.
4. Arisan!: ini memang film yang TOP! :P
sebenarnya masih ada lagi tapi karena cuma diminta 4 ya udah 4 aja hehehe

4 TV shows you love(d) to watch
1. Full House: yang jaman TVRI dulu, yang pemerannya ada John Stamos, Bob Saget, dan si kembar Mary-Kate Olsen, dll.
2. The Cosby Show: keluarga Huxtable yang memang kocak!
3. Small Wonder: ingat sama si kecil ajaib, Vicky? :P
4. ALF: hehehe mahkluk planet yang kesasar ke bumi, berbulu, dan suka ngiler kalau lihat kucing :D
sebenarnya juga masih masih buanyaak tapi ya karena cuma diminta 4 ya udah 4 aja lagi hehehe

4 places you have lived:
1. Makassar: of course :D
2. Jakarta: waktu masih TK, trus pernah hampir setengah tahun di sana waktu mau masuk kuliah 9dan akhirnya kuliah di UNHAS juga :D
3. Surabaya: cuma kalo liburan selama tahun 1980-1987
4. Ga ada lagi.. Sebenarnya cuma 2 malah, yg nomer 3 itu dipaksakan aja hihi..

4 of your favorite
1. Mom’s Pizza, Macaroni schotel :P
2. Sushi!!
3. Cakalang Fufu, Ayam Rica
4. Kue Bawang (only imported from Manado) :D

4 websites you visit daily
1. http://gmail.google.com/
2. http://www.blogfam.com/forum/
3. http://id-gmail.info/
4. http://rara.parkirweb.com/ *narsis*

4 tagged
1. Tee-za
2. Tuteh
3. Sherly
4. Leo

Paratyphoid Fever

terkaparTanggal 16 Mei 2006 malam yang lalu gw masuk rumah sakit. Tepatnya di RS Grestelina. Diagnosa demam paratifus ama suspect APP alias radang usus buntu. Pasti kalian pada mikir, lah.. bukan maag toh. Iya, ternyata bukan. Tapi memang gw juga mempunyai riwayat maag yang sangat kronis.

Nah kronologis penyakit gw tuh gini..
Hari Senin (15/05) sekitar jam 2 pagi gw merasa kembung, mual-mual, kemudian muntah-muntah. Perut gw bagian ulu hati sakit banget. Muntah ga karuan. Gw langsung curiga bahwa gastritis gw kambuh. Soalnya gw udah beberapa kali seperti ini dan berakhir dengan vonis yang sama tiap kali ke dokter. Tapi yang beda, perut gw sakit melilit banget. Pokoknya ga tahan, beda ama biasannya. Udah minum promag, mylanta, terakhir farmakrol pun ga mempan. Tetep muntah dan sakit yang membuat gw mengkerut di tempat tidur sambil mengerang.

Jam 6 pagi nyokap bangun n kaget liat gw dah lemes sambil ngeluh kalau gw kesakitan. Gw langsung dilarikan ke UGD Rumah Sakit Stella Maris. Di sana gw langsung diberikan obat anti muntah dan obat maag secara intravena (langsung dimasukkan ke dalam darah). Trus karena gw masih lemes dan masih juga muntah akhirnya gw diinfus. Dua kantong infus. Setelah itu boleh pulang dan dibekali obat maag dan anti-spasme (karena perut gw masih sakit). Masih lemas, gw “dipaksa” menghabiskan bubur ayam di jln sulawesi (yang sebenarnya enak sekali). Tapi ga ada nafsu makan, jadi gw bener2 hanya makan beberapa sendok saja.

Sampai di rumah, walau perut masih sakit gw mencoba untuk tidur, soalnya semalaman sebelumnya belum tidur dengan baik akibat muntah-muntah itu.

Beberapa jam kemudian gw bangun dengan keadaan demam dan menggigil. Sakit perut tadi juga makin hebat rasanya. Dan berangsur-angsur berpindah tempat ke bagian kiri bawah. Gw pikirnya mungkin karena AC kamar. Setelah gw matiin AC, kok ga berhenti2 menggigilnya. Akhirnya gw kasih tau keponakan gw yang kebetulan ada dalam kamar untuk manggil nyokap gw yang lagi di luar kamar.

Nyokap masuk, langsung bawa gw ke dr. Hans Wewengkang, spesialis penyakit dalam yang cukup terkenal di kota ini. Di sana gw diperiksa, diinstruksikan untuk periksa darah dan urine, serta di-USG. Kemudian dikasih obat (antibiotik dan analgesik) dan disuruh balik lagi besoknya skalian ngambil pemeriksaan darah. Diagnosa dokter sementara, diduga ada radang usus buntu. Dan gw tau, kalau gini berarti o-p-e-r-a-s-i. Huaaaaa…

Hari Selasa (16/05), perut gw masih agak sakit tapi sudah mendingan daripada kemarinnya. Gw masih sempatkan ke kampus untuk mengurus beberapa hal yang tertunda akibat minggu lalu yang penuh dengan isu kerusuhan SARA.

Sepulang dari kampus, gw merasa agak demam. Gw pun mengkonsumsi Paracetamol 500mg dengan harapan demam gw bisa agak turun. Kemudian gw menyelesaikan beberapa hal lagi di komputer sambil sempat chatting (plus konsultasi) sama k Rahmat, si calon dokter yang terdampar di Belanda sana.

Kembali ke dokter malamnya, demam gw masih ada. Padahal udah minum another Paracetamol. Ketika ketemu dengan dokter, beliau melihat bahwa hasil pemeriksaan darah gw memberikan hasil yang kurang baik. Widal meningkat, fungsi hati meningkat, leukosit meningkat. Kemudian dokter memeriksa gw kembali, dan agak kaget dengan suhu demam gw yang menurutnya sangat tinggi. Gw langsung diinstruksikan untuk segera diopname. Hikss.. Diagnosa dokter: kena demam paratifoid dan radang usus buntu. Dan gw pun dikonsul ke dokter bedah juga, yaitu dr. Murni.

Hampir tengah malam gw masuk ke rumah sakit untuk diopname. Dan begitulah.. infus, serta bedrest sampai beberapa hari. Sempat di-USG lagi karena dokter bedahnya kurang jelas melihat hasil USG sebelumnya. Hasilnya? Normal. Bingung ya? :D

dijenguk!Hari ketiga gw diopname, teman2 blogger makassar pada ngunjungin. Ada Tee-za, Nani, Ndy, Intan, dan Mus. Terima kasih yah! Kedatangan kalian turut membantu penyembuhan diriku.

Ada Tee-za dengan hebohnya bercerita-cerita kembali soal gimana dia beradaptasi dengan lingkungan Makassar waktu dia baru pindah tahun lalu ke sini. Trus ditambah ama nyokap gw yang jadi bernostalgia waktu beliau dan bokap gw hijrah dari Jakarta ke sini, di mana nyokap yang bukan orang Makassar jadi bengong waktu ke pasar :D

Trus ada Ndy yang baru pertama kali kopdar dengan para blogger makassar. Jadi kopdar di rumah sakit itu sekalian welcoming Ndy juga hehe.

Rame deh pokoknya. Ketawa-ketiwi padahal udah hampir jam 9 malam. Gw sampai sempat beberapa kali mengingatkan supaya ga terlalu ribut. Takut diusir :D

Hari Sabtu (20/05) kemarin, bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, gw kembali ke rumah. Sudah bisa pulang oleh dokter karena gw sudah tidak ada keluhan sakit perut lagi. Infus dicabut (euh sakit loh diinfus!!), trus dibekali obat dan surat sakit. Ternyata setelah pulang pun gw ga boleh macam-macam. Kudu istirahat di rumah selama 7 hari. Masa pemulihan.

Trus usus buntunya? Untunglah gw masuk rumah sakit pada saat keadaan tubuh belum parah banget jadi segitu dihujani dengan antibiotik via infus langsung menyerah bakteri tipesnya :D vonis operasi usus buntunya juga pun jadi batal.

Begini.. kan tipes itu menyerang seluruh organ pencernaan. Nah otomatis lambung gw yang memang sudah punya riwayat penyakit itu langsung sensitif. Juga si usus buntu yang ternyata ikutan meradang akibat tipes ini.

Huaaaa…
Dan gw harus makan bubur lunak selama 2 mingguan ini, kemudian meningkat ke bubur biasa. Pokoknya bubur terus deh! Jadi eneg deh lihat bubur. Gw suka banget bubur ayam, tapi kayaknya setelah sakit ini ga akan sesuka itu lagi.
Ga boleh makan lainnya, untuk lauknya ya boleh ikan, karena ikan mudah dicerna oleh lambung. Tapi binatang-binatang lainnya jelas ga boleh.

Hiks..

Gastritis and Lack of Sleep

Getting eight hours of sleep is sometimes more difficult to achieve than top ranking in an Ivy League school. Those eight hours are elusive for many of us for a variety of reasons, such as children, work, school and a myriad of other responsibilities, causing not only sleeplessness but also stress. But lack of sleep could be the cause or trigger behind your heartburn or acid reflux, also known as gastroesophageal reflux disease (GERD), symptoms. So your sleep patterns are worth looking in to if you are suffering from pain or burning in the chest, pain lying down or any other typical heartburn or acid reflux/GERD symptoms.

Sleeplessness and fatigue can cause the lower esophageal sphincter (LES) valve between the stomach and the esophagus to function improperly, allowing the acid in your stomach to travel upward. This malfunction of the LES can lead to acid reflux/GERD. Lack of sleep and stress can also cause more acid to be formed in the stomach, which irritates the LES, allowing the acid to reach the esophagus and causing heartburn and acid reflux/GERD symptoms. Prevent most lack of sleep caused conditions by using a Sleeping patch with melatonin.

But lying down immediately after eating is not a good solution to your sleeping problem. This allows stomach acid to flow from the stomach into the esophagus causing heartburn or acid reflux/GERD symptoms like pain or burning in the chest.

Talk to a gastroenterologist about your lack of sleep or increases in stress, and ask about natural remedies as well as exercises that could help you get some sleep and remedy your heartburn or acid reflux/GERD symptoms, for more information visit Thehealthmania.

Gastroesophageal reflux disease can cause sleep deprivation because of nighttime heartburn or short amnestic arousals during sleep. Sleep deprivation, in turn, has been associated with increased GERD severity. One pathophysiologic explanation of this association might be that sleep deprivation enhances the perception of GERD by modulating esophageal thresholds for pain.

U.S. researchers tested this hypothesis in a prospective, randomized, controlled trial involving 10 healthy controls and 10 GERD patients with erosive esophagitis (Los Angeles classification grades B through D). All GERD patients had heartburn that occurred at least twice weekly for a minimum of 3 months. All participants were randomized to either sleep deprivation (1 night with ?3 hours of sleep) or sufficient sleep (3 days with ?7 hours of sleep nightly). Five patients from each group crossed over to the other arm after a washout period of 1 week. Sleep duration was measured with wrist actigraph monitors. After periods of sleep deprivation or sufficient sleep, patients underwent esophageal acid perfusion, and their stimulus response functions were compared. An acid perfusion sensitivity score (APSS) was calculated for each participant by multiplying the intensity of the stimulus by the time to symptom reporting and then dividing by 100. Improve your healthy habits by reading these Carbofix reviews.

Among GERD patients, those who were sleep deprived, compared with those who experienced sufficient sleep, demonstrated a significantly shorter mean lag time to reporting heartburn symptoms after acid perfusion (91 seconds vs. 282 seconds; P=0.02), a higher intensity rating (9.3 cm vs. 4.4 cm; P=0.02), and a higher APSS (48 vs. 23; P=0.02). Among healthy controls, acid stimulus response functions did not differ significantly between patients who experienced sufficient sleep and those who were sleep deprived.

Banjir Di Sekitar Rumahkuu!!

Hujan mulai dari subuh tadi, tapi efeknya lama banget. Sampai jam segini (10.20 am) gw belum juga berangkat dari rumah ke klinik.

Ini di depan rumah. Angkot-angkot pada mogok semuah.
Image hosting by Photobucket
Image hosting by Photobucket

Ini di samping rumah. Mobil gw ga bisa keluar, ga kelihatan batas antara jalan dan selokannya. Takut nyungsep :P~ Selain itu, bisa-bisa mogok neh karena mobil gw rendah.
Image hosting by Photobucket
Image hosting by Photobucket

Walah..
Padahal sudah lebih 10 tahun gw tinggal di rumah itu loh, cuma sekarang banyak yang lagi membangun dekat rumah, sisa bangunannya bikin mampet selokan aja :(
Oh iya, motretnya pake Dopod 818Pro loh :P~

5 Habits of Me

Image hosting by PhotobucketMinggu lalu gw dapat lemparan “5 habits” dari Sherly. Hmm mo ngisi apa yah? Soalnya gw narsis sih, jadi selalu ngerasa nggak pernah ada kebiasaan-kebiasaan aneh dan buruk yang menurut gw dapat menyusahkan orang.. Duh, narsis apa kepede-an nih gw hahaha..
Oke.. here are my 5 habits.. Like it or not, this is me :P~

Pertama, gw tuh kadang-kadang pelupa ama pekerjaan yang harus dilakukan, terutama lagi kalau pekerjaan tersebut penting. Jadi kadang menjelang deadline baru panik *really bad habit, huh? :P* trus ngerjain sana-sini. Hasilnya? Biasanya tetap sukses, tapi pastinya lebih bagus lagi kalau dikerjain dengan tenang pada waktu yang panjang. Tapi ya gitu, tekad itu selalu keluar kalau udah kelar ngerjain sesuatu. Jeleknya, berulang lagi kalau ada sesuatu :P

Kedua, gw adalah not a morning person. Males bangun pagi! Hehehe.. Soalnya gw tidurnya juga telat. Kalau lagi kumat insomnia-nya suka sampai subuh baru bisa tidur. Dan.. hasilnya,.. bangun pagi kalau harus ke klinik pagi-pagi banget, pokoknya kalau ada kewajiban tertentu. Kalau libur? Mending nerusin tiduuur.. Apalagi akhir-akhir ini musim hujan, kalau pagi-pagi tuh dingin banget, enak buat ngeringkuk kembali ke selimut dan zzzzz..

Ketiga, gw tuh gila komik bangeet! Ke toko buku pasti ke daerah komik. Kedua baru lihat-lihat novel-novel baru. Tapi incaran pertama pasti menyortir daerah “komik terbaru“, atau kalau ada pesta diskon komik pasti semangat ’45 ke sana! Kenapa gw pikir ini tergolong wierd habit? Well, for some people, comic is only for children. But for me, comic is for everyone!! :P Tentu saja komik-komik yang gw baca bukanlah komik macam Doraemon lah.. Sedikit *ehm* lah.. :P

Keempat, suka jadi ngomel. Apalagi kalau ada yang gw rasa nggak benar, pasti ngomel. Pasti protes :D Dan orang-orang di sekitar yang kebetulan “kecipratan” omelan gw pastinya langsung “panas” deh telinganya hihi..

Lima, gw tuh ceroboh banget. Clumsy banget kata cowok gw :D Suka ceroboh naruh barang-barang, trus kelupaan. Suka nggak perhatiin yang seharusnya diperhatiin. Dan banyak deh hehehe..

Nah that’s my 5 bad and wierd habits, and I cannot stop doing them in my life. Mungkin kalau nggak ada itu, bukan gw kali yee heheh..
So, what’s yours?

-5 habits ini gw terusin ke cta, nyomnyom, leo, profmustamar dan tuteh. Hayo, terusin!-