Makassar Rame!

Sejak dua hari yang lalu gw perhatikan baik-baik keadaan di Makassar. Yap! Seperti tahun lalu, kalau di koran-koran bilang bahwa di kota-kota metropolitan khususnya Jakarta mulai sepi karena orang-orang sudah mulai mudik, Makassar justru kebanjiran orang. Kebanjiran orang yang mudik ke Makassar, kebanjiran orang yang gila-gilaan belanja untuk Idul Fitri, kebanjiran macet.

Dua hari yang lalu gw ke mal ama nyokap. Hari itu masih siang, malah terkesan pagi sebab masih jam 11 siang. Mal kan baru buka jam 10 pagi. Kami berdua memutuskan untuk ke mal jam-jam segitu, karena berpikir akan lebih kurang orang daripada sore dan malam. Dan niatnya cuma mau ke Optik Melawai untuk perbaiki kacamata, Disc Tara untuk beli miniDV, dan ke Pondok Pujian untuk beli beberapa CD musik.

Ternyata oh ternyata. Tempat parkir hampir penuh. Gw nyari tempat parkir itu harus muter 2 kali dulu baru dapat. Itupun karena ada yang keluar. Masuk mal pun ngantri di loket sunparking karena banyak orang. Begitupun di dalam mal. Banyak yang memilih ngabuburit di mal dengan berbelanja sebanyak-banyaknya :D Tidak sedikit yang gw lihat orang yang membawa kantong belanja lebih dari tiga. Besar-besar pula.

Edede, semanga’ kamma belanja :D

Nah di jalan tidak kalah padatnya. Perempatan Veteran-Sungai Saddang Baru yang biasanya udah agak lancar karena diberlakukan jalan satu arah sampai jam 6 sore, ini malah macet gila-gilaan. Setelah melewati macet, ternyata nggak ada yang jadi biang macet. Kemacetan itu hanya karena banyaknya mobil yang lewat di jalan itu dan jalan yang ada tidak cukup menampung mobil yang mau lewat. Padahal sebenarnya, kemacetan ini tidak lazim terjadi pada sekitar jam 3 sore atau sekitar jam 10 pagi. Tidak pada hari-hari normal.

Satu hal yang agak lucu. Kalau sudah jam 7 malam ke atas, banyak pengendara motor yang hanya menggunakan kopiah atau topi-topi haji yg melengket di kepala itu (ga tau gw namanya apa hihi). Dan mereka seenaknya berseliweran tanpa menggunakan helm. Tujuan mereka paling hanya dua: mau pergi tarawih, atau baru pulang dari tarawih. Gw ga ngerti kenapa mereka ga pake helm saja, trus nanti kalau sudah sampai di tujuan baru dipakai topi atau kopiahnya. Apakah helm bisa menghalangi ibadah? Hehehe.. Padahal pakai helm kan untuk keselamatan para pengendara motor.
Dan herannya pak polisi pun terlihat no comment bila ada salah satu dari pengendara ber’kopiah’ itu lewat di depannya.

4 thoughts on “Makassar Rame!”

  1. seperti itulah Indonesia,salah satunya Makassar. Mereka tidak pernah berpikir untuk keselamatan mereka. Saya juga tidak tahu ke mana arah berpikir mereka. padahal memakai helm adalah demi keselamatan pengendara itu sendiri. di mana- mana seperti itu apalagi Jakarta. Padahal Jakarta harusnya sebagai contoh kota. ternyata Jakarta lebih amburadul daripada makassar. Mungkin mereka kurang pengetahuan kali yah, saya pikir karena ketidaktahuan mereka tentang akibat yang sungguh parah jika tak memakai helm. hehehehe….

  2. NTU TANDANYA P POLISI MAKASSAR SANGAT MNEGHORMATI ORG2 YG AKAN TAW MAW BERIBADAH, DGN MLIHAT KOPIAH DIATAS KEPALA .POLISI TDK SALAH DALAM HAL INI TP SBAGIAN DARI PENGENDARALAH YANG PERGI TNPA NIAT UNTUK BRIBADAH MNCARI RIDHO ALLAH.

Leave a Reply