Hah?!

“Kenalan yuk”
“Oke, namaku…..”

“Aku suka kamu, pacaran yuk.”
“Ayo aja,” jawabnya riang.

“Kawin yuk?”
“Huh?! Ya udah, oke.”
Si lelaki memasangkan cincin dan mengecup dahi si wanita dengan lembut.
“Aku cinta banget sama kamu.”

“Cerai aja ya? Perkawinan kita sudah hambar.”
“HAH!?!”


The greatest miserable thing in marriage. Divorce.
What?! Tapi begitulah yang sedang terjadi di masyarakat sekarang.
Sedikit ada masalah, cerai. Sedikit konflik, cerai. Kurang puas, cerai. Yang dikawini ternyata ada cacatnya, cerai. Tidak punya anak, cerai. Istri tidak mau dimadu, cerai.
Ya ampun! #-o

Lupa kah mereka dengan awal dari kisah cinta mereka?
Apakah tidak ada waktu yang tersisa untuk menyatukan kembali yang pernah terkoyak? Untuk menjaga agar tetapi sejiwa dan sehati?

:-< *sigh*

Related posts :

18 thoughts on “Hah?!”

  1. wiiih… TOP, suatu pemikiran yg cerdas ngangkat sesuatu yg booming *cini sa bantu :D, sepz sepz sepz 2 thumbs for rara *tuink tuink

    `bout last night : soriiiiii soriiiiii bribu2 soriiiii… rencana mo pegi, dan pulang dulu ke Sudiang Village tp t`nyata t`jebak drmh dan gak bisa kluar lagiii hiks hiks… mohon maaf mohon maaf mohon maaf ^:(^ ^:(^

  2. menyatukan 2 jiwa, 2 pikiran, yang lebih dari satu itu ga mudah… yang satu aja kadang2 plin plannya 1/2 mateee.. apalagi pake berdua2.. akhir2 ini gue baru ngerasain.. saik juga.. its just soo different from being alone :D

  3. Rara, apakabar? Sebelumnya aku mau kasih tau dulu aku ganti URL ya Ra.. yang kemarin di edit ga papa kan??? Soalnya yang simplepink sudah ga pernah tak bayar lagi, jadi sekarang blog aku pindah ke :

    http://www.filmsindie.com/pinkrebels

    By the way, melihat penulisan kamu salah satu topik yang aku melihat sisi positifnya. Mungkin dari sebagian orang masih rada tabu sama perceraian, ada juga sisi yang lebih negatif kalo kata orang tua bilang kita hanya memakai emosi dalam perkawinan.

    Buat aku sendiri, perkawinan itu hanya sementara ga kita bawa juga sampai mati kan? Tergantung orang yang didalamnya, mungkin juga itu bukan jodoh dia seumur hidup. Aku sendiri yakin banget dalam hal ini kita ga bisa men JUDGE orang dari luarnya saja, karena kita tak semuanya tau akan hal-hal yang bermasalah didalam mereka. Yang pasti, dua hati yang disatukan akan sulit untuk bersatu kalau memang tidak ada jalan lagi kenapa tidak bercerai, walaupun itu juga ga segampang yang kita bayangkan. Ada orang butuh waktu 2 tahun hanya untuk memikirkan perkawinan mereka masih layak untuk dipertahankan atau tidak, ada juga yang hanya butuh waktu sebentar besok sudah bercerai. Kita kan manusia hanya berusaha tergantung sama yang diatas, bisa jadi yang diatas juga tak memberikan lagi kesempatan. Itu menurut aku loh.. karena aku mengalami hal ini.

  4. tenang sja bu… banting ntu tipi yang saban hari beritanya cuman kawincerai huahaha :D
    giman kopdarnya? rame gak? mana reportnya bu komandan? :))

  5. Sebenernya apapun yang terjadi, entah itu cerai ataupun ‘they live happily ever after’ semuanya sudah ada yang atur. Intinya manusia harus ambil pelajaran (baca: hikmah) dari kejadian itu. Jodoh di tangan Tuhan, rahasia Tuhan, kalau boleh saya bilang, cerai = berjodoh pendek.

  6. benerrrrrrrrrr.. begitu gampangnya cere.. gag inget apa pas pacaran? ego aja digedein.. apalagi kalo yang udah ada anak.. ga mikir apa ya anaknya gimana… :(

  7. Rara, my first question is, have you been married?
    There are many many reasons for people to get divorced, and it is not as simple as you think, I suppose.
    I myself as the “scholar” of Emerson’s school with his “A foolish consistency is the hobgoblin of little minds” don’t really mind with divorce, coz in fact, there are sometimes many people’s lives are even saved after the divorce. Not always divorce means the end of the world, or the start of living in hell. Sometimes even going on living in a marriage, only coz thinking that getting divorced is wrong, it will even create a much more miserable life for those involved.
    Regards. Nn.

Leave a Reply