Rencana Akhir Tahun

Pulang kampung ke Makassar tiap akhir tahun, menghabiskan waktu di sana minimal 1 minggu untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, berkumpul bersama keluarga, kopdar ama teman-teman Angingmammiri, jalan-jalan ama keponakan-keponakan, hingga reuni ama teman-teman kuliah dulu. Dan tentunya, kudu wisata kuliner hahaha :P

Tapi akhir tahun ini sedikit berbeda. Berhubung tahun ini udah kebanyakan cuti karena jalan-jalan (hihihi), jadi saya merayu nyokap untuk datang ke Jakarta saja. Supaya saya masih bisa kerja sambil tetap merayakan Natal bareng nyokap. Dan gayung bersambut, nyokap pun menyetujui, dan rencananya minggu ini nyokap dan keponakanku yg centil, Eunice, akan datang ke Jakarta, dan akan menghabiskan waktu selama 3 minggu di sini. Horeee!!!!

Eunice lagi tertidur di mobil

Sekarang saya sedang menyusun rencana, kira-kira apa saja yang akan dilakukan selama mereka ada di Jakarta. Ngecek-ngecek promo yang ada, kali-kali aja banyak promo akhir tahun yang cocok. Ada teman yang menginfokan kalau Telkomsel sedang banyak-banyaknya program promo untuk akhir tahun ini. Ketika saya cek, wuih ternyata banyak! Wait.., cek poin dulu.. ketik POIN dan kirim sms ke 777. Hmm..

Continue reading

Possibly Related Posts:


Birthday, Bellagio, and Mozilla WebFWD

Tanggal 15 November kemarin, saya berulang tahun. Sejak tengah malam, ucapan-ucapan sudah memenuhi inbox sms, mention di twitter, bahkan di milis Blogger Makassar udah rame aja :D Rasa haru menyeruak, masih ada aja yang inget ulang tahunku. Jauh dari keluarga cukup bikin saya sedikit mellow hahaha. Dan saya bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, masih diberi kesempatan mencicipi bagaimana rasanya berumur 32 tahun *dan rasanya sih biasa-biasa saja hahaha*.

Hari itu saya beraktivitas seperti biasa, ke klinik tempat saya kerja selama ini, Hendra Hidayat Dental Center, bahkan hari itu ada operasi odontectomy (pengangkatan gigi geraham bungsu yang miring). Usai operasi, seluruh staff klinik ternyata telah menyediakan sepotong kue sederhana dan sebuah lilin untuk ditiup. Waaa senangnya :D

Tiup lilin!! :D

Setelah semua urusan di klinik selesai, sore itu saya lalu menuju ke Ritz Carlton Pacific Place. Beberapa hari yang lalu saya dikirimi undangan hardcopy dari RIM untuk menghadiri acara launching yang saya sendiri bingung apa yg akan di-launch :D

Continue reading

Possibly Related Posts:


My Eyes! My Eyes!

Me and my blue eyes. Hehehe..

Saya adalah pengguna aktif lensa kontak. Kacamata sih tetap dipakai, hanya untuk di rumah, atau pas lagi ga pake lensa kontak saja. Saya memutuskan untuk menggunakan lensa kontak setelah bertahun-tahun menggunakan kacamata, karena ukuran minus saya udah bertambah, menjadikan kacamata itu udah berat untuk digunakan >.< Asiknya sih, kalau kerja pasien, ga perlu khawatir ama kacamata yang suka turun posisinya, karena keberatan lensa hahaha :D trus untuk beberapa event tertentu, bermain-main dengan warna mata jadi asik :P

Oh well, selama ini sih, kalau bukan yang bening, pasti pakai yang biru :D kenapa? Sebenarnya karena saya suka warna biru, trus pas dicoba, ternyata cocok hahaha.. Yawda dipake deh :P

Ga enaknya, mata jadi cenderung lebih sensitif terhadap iritasi, terutama kalau lagi ke tempat yang banyak debunya, atau lagi lama-lama di tempat yang ber-AC. Nah, klinik saya itu adalah tempat ber-AC selama klinik tersebut buka. Kelamaan di dalam ruangan klinik kadang membuat mata saya menjadi kering. Terutama bila lagi melakukan operasi, konsentrasi tinggi membuat saya kadang lupa berkedip.

Continue reading

Possibly Related Posts:


#My2010

Ya ya saya tau, ini postingan telat, sebab tahun baru sudah lewat kurang lebih 2 minggu yang lalu :P

#My2010 adalah salah satu hashtag yang beredar di salah satu jalur jejaring sosial: Twitter. Varian lain dari hashtag ini adalah #2010was yang sempat menjadi trending topic di hari terakhir tahun 2010 kemaren.

Berikut di postingan ini saya ingin cerita2 tentang tahun 2010 saya. Tahun ini adalah tahun yang gado-gado untuk saya. Ada susah, ada senang, ada sedih, ada marah, ada kesal, ada benci, semua bercampur jadi satu. Dan di akhir tahun ini, saya hanya bisa tersenyum mengingat semua yang telah terjadi di tahun ini.

Siap-siap berlama-lama di sini, karena postingan ini sangat panjang dan penuh foto2 :D

Continue reading

Possibly Related Posts:


Tugas Baru, Beban Baru

Banner di sebelah adalah banner buatan Rony Lantip. Banner tersebut dibuat oleh Lantip untuk menyuarakan agar saya menjabat sebagai Chairperson Pesta Blogger 2010. Serius, sebenarnya saya tidak berharap, sekalipun malah tidak pernah bermimpi untuk menduduki jabatan paling berbahaya di dunia perbloggingan Indonesia. Kenapa jabatan paling berbahaya? Karena jabatan ini perlu dedikasi tinggi, tanggungjawab yang sangat berat, beban yang sangat berat, dan komitmen yang tinggi. Dan jujur saja, saya tidak percaya diri bisa mengemban amanah yang sungguh besar ini.

Lah, trus kenapa akhirnya mau?

Continue reading

Possibly Related Posts:


New Year’s Reflections

Looking back on the months gone by,
As a new year starts and an old one ends,
We contemplate what brought us joy,
And we think of our loved ones and our friends.

Recalling all the happy times,
Remembering how they enriched our lives,
We reflect upon who really counts,
As the fresh and bright new year arrives.

And when I ponder those who do,
I immediately think of you.

Thanks for being one of the reasons
I’ll have a Happy New Year!

Possibly Related Posts:


Jadi Begini..

bloggingPhewww… akhirnya posting lagi *lirik postingan sebelumnya yang bertanggalkan 2 Oktober 2009 yang tentang batik itu* :D
Ngobrol-ngobrol ama Deden kemarin, waktu abis maem Coto di Daeng Memang Ampera, sepertinya semua memang lagi dilanda Blogger’s Block *ngikut-ngikut istilah Writer’s Block, hihihihi :D Hmmpfff harus kuat dilawan nih blogger’s block. Jangan sampai mem-block beneran hasrat ngeblogging :p

Ke mana saja sih?
Setelah selesai PTT, saya jadi pengangguran. Banyak yang tidak percaya saya adalah pengangguran, soalnya karena nganggur jadinya kebanyakan acara, hehehe.. Acara ke sana, ke sini, dan ke mana-mana. Travelling!
Yup, travelling adalah hobi saya. Serius! Hobi yang nggak murah, tapi masih lebih murah dari hobi fotografi atau ganti-ganti gadgets :P hehe. Sejak dulu, saya paling bersemangat kalau diajak pergi-pergi, apalagi yang jauh-jauh sampai harus pake pesawat atau kapal laut. Istilah orang, kaki panjang :D ketika sudah kuliah, kesukaan saya ini makin akut. Apalagi setelah menjadi anggota grup pelaksana LDR, kaki saya rasanya makin panjang saja haha..
Tapi travelling yang saya lakoni ini, bukanlah travelling yang disembari dengan shopping. Tetapi travelling yang low-budget. Modalnya minimal kamera poket atau kamera ponsel (syukur-syukur kalau dapat pinjeman DSLR :P), peta, dan kaki. Jadi aktivitasnya apa saja? Yaa… motret, lihat-lihat, jalan-jalan, sightseeing, dll. Budget saya kebanyakan habis di makanan, tiket masuk tempat sightseeing, dan tiket bis / kereta.

Jadi sudah travelling ke mana saja? Errr.. ke mana-mana hahaha :D ke pulau penyengat yang di tanjung pinang, ke batam, singapur, road journey se-jawa, road journey di sulawesi selatan, malaysia, kamboja, dll dll :D
Punya segudang penuh dengan bahan tulisan, sampai bingung mau ditulis yang mana duluan.. Mana belum posting tentang Pesta Blogger 2009 pula. Emmh mulai dari mana ya?

Possibly Related Posts:


Banjir di Depan Rumah

Musim penghujan di Makassar membuat kondisi lalu lintas di Makassar tidak kondusif. Ini dapat dilihat dari banyaknya titik-titik kemacetan yang sudah parah menjadi tambah parah dengan adanya hujan deras yang menguyur Makassar sejak semalam.

Sampai postingan ini ditulis, hujan masih mengguyur Makassar dengan volume cukup lebat. Contohnya di perempatan Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. A.P.Pettarani, terutama pada lokasi proyek pembangunan flyover, terlihat genangan air yang cukup dalam dan menyebabkan kemacetan yang cukup parah.

Rumah saya yang berada di jalan Pelita Raya, acap kali menjadi saksi banjir dan kemacetan yang terjadi. Titik yang paling dalam untuk banjir adalah sekitar pertigaan Jl. Pelita Raya – Jl. S. Saddang Baru. Dan di sana pula merupakan titik kemacetan, hingga lengkap lah sudah penderitaan para pengguna jalan.

Berikut foto banjir di depan rumah saya. Saat ini kondisinya masih semata kaki, dan dapat naik lagi bila hujan belum berhenti.

banjir 19122008 002.jpg
banjir 19122008 006.jpg
banjir 19122008 007.jpg

Dan ini banjir yang di jalan tentara pelajar, dikirim oleh Ina melalui milis Blogger Makassar. Kondisi banjir hingga lutut orang dewasa.

IMG00464.jpg

Possibly Related Posts:


PTT (Pegawai Tidak Tetap) -part 2-

Sebelumnya saya minta maaf, blog jadi jarang terupdate hehehe.. Yah maklum, setelah menginjak lokasi PTT, ternyata sinyal yang ada hanya GSM saja. GPRS ada sih tapi kata orang Indosat masih numpang di jalur voice, jadi ya gak secepat di kota-kota besar gitu lho :P Blackberry-ku pun ngos-ngosan mencari sinyal sampai baterainya cepat panas. Yah untung lah saya memakai blackberry, jadi masih bisa terima email dan sedikit browsing kalau perlu, minimal Y!M lah hehehe.

Ok, saya lanjut cerita saya. Terakhir postingan saya tentang PTT ini, waktu hari pertama saya baru tiba di Tanjung Pinang – Bintan. Nah ini keesokan harinya, saya dan adik kelas saya, Ermyta, pergi ke Dinas Kesehatan Propinsi Kepulauan Riau untuk melapor. Saya melapor untuk memberitahukan bahwa saya sudah tiba di propinsi tersebut untuk melaksanakan tugas PTT. Ternyata rombongan para dokter / dokter gigi PTT yang sama-sama bertugas di Kepulauan Riau hari itu sudah berangkat ke lokasi masing-masing. Dapat sedikit teguran hehehe :P

Setelah sedikit mendengar “ceramah” pegawai yang saya temui di Dinas Kesehatan Propinsi Kepulauan Riau tersebut, saya pun dikasih surat pengantar untuk melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Untungnya sih, kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan ini berada kota Tanjungpinang juga. Tidak seperti kantor Dinas Kesehatan kabupaten-kabupaten lainnya dalam propinsi Kepulauan Riau ini, harus menempuh sekian jam naik kapal untuk ke kantor dinas-nya. Misalnya kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun yang berada di kota Tanjung Balai, harus naik kapal ferry ke Tanjung Balai selama 4 jam.

Oh iya, sebelum meninggalkan kantor Dinas Kesehatan Propinsi Kepulauan Riau, saya disuruh menandatangani NOTA KOSONG! Saya sempat terperangah, mengapa saya harus menandatangai nota kosong ini? Tapi saya malas cari masalah dan berdebat, ya sudah saya tandatangani saja. Bentuk nota kosong tersebut saya kenali, soalnya saya harus menandatangani nota yang serupa ketika saya menerima uang jalan + uang pengganti tiket pesawat dari Makassar ke Tanjung Pinang. Ketika saya cerita ke beberapa teman saya yang juga sedang PTT di Kepulauan Riau (tapi mereka mulai dari periode bulan Juli 2008, saya bulan September 2008), seharusnya saya menerima sejumlah uang lagi untuk transportasi ke kabupaten lokasi PTT saya. Wah, ada yang ga beres di sini *geleng2 kepala*

Kemudian saya pun ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, masih diantar oleh Ermyta. Di sana saya bertemu langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Bpk. Puji, kemudian diarahkan untuk berurusan dengan bagian Biro Kepegawaian Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan. Saya kemudian menerima surat tugas yang menyatakan bahwa saya ditugaskan di Kecamatan Tambelan. Sebelumnya saya sudah mendengar sedikit isu-isu bahwa Tambelan itu adalah sebuah pulau yang sangat jauh dan sangat terpencil di Kabupaten Bintan, serta merupakan daerah kecamatan yang paling jauh dari Kabupaten Bintan. Alamak!

Masih di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, di sana saya diminta untuk menyetor fotokopi rekening giro untuk kepentingan transfer gaji dan insentif yang akan saya terima mulai bulan depannya. Juga fotokopi ijazah Dokter Gigi, surat Sumpah Dokter Gigi, dan Transkrip Nilai, serta foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar. Ketika mengurus, saya bertemu dengan salah satu pegawai Dinas yang bernama Rama Agustian. Ternyata dia merupakan salah satu dari staf Puskesmas Tambelan yang sedang tugas belajar di Tanjung Pinang. Dia langsung ngajak ngobrol banyak ketika mengetahui bahwa saya ditugaskan di Puskesmas Tambelan.

Dia lalu bercerita banyak mengenai Tambelan, dan memberikan informasi yang sangat lengkap (menurut saya) sebagai gambaran buat saya seperti apa di Tambelan itu. Terus terang mendengar nama Pulau Tambelan pun saya baru kali ini.

Beberapa informasi tentang Pulau Tambelan yang saya ketahui dari Rama, yaitu:
- Pulau Tambelan merupakan kecamatan yang paling jauh dan terpencil di Kabupaten Bintan.
- Jumlah penduduk di Kecamatan Tambelan hanya sekitar 4.000 jiwa.
- Penduduknya hidup tidak terpisah-pisah dalam kecamatan tersebut. Maksudnya, jarak antar rumah itu berdekatan satu sama lain.
- Letak pulau Tambelan sebenarnya lebih dekat dengan Kalimantan Barat. *huah*
- Transportasi ke pulau Tambelan hanya melalui jalur laut, alias naik kapal. Kapal yang ada pun bukan kapal seperti kapal Pelni, melainkan kapal perintis. Kapal perintis itu sejatinya adalah kapal barang yang dipakai untuk mengangkut orang hehehe.. Jadi bayangkan saja lah pasti tidurnya di dek tuh hehehehe.
- Jarak tempuh dari kota Tanjung Pinang ke pulau Tambelan dengan menggunakan kapal perintis, adalah 22 – 24 jam lamanya.
- Frekuensi kapal perintis ke / dari Tambelan, sekali dalam 12 hari. Maka dalam 1 (satu) bulan hanya 2 (dua) kali.
- Ada kapal penumpang yang ke / dari Tambelan, namanya KM. Gunung Bintan. Tapi lamanya 24 – 26 jam, dan hanya 1 (satu) bulan sekali.
- Di pulau Tambelan, listrik hanya hidup pada pukul 18.00 – 06.00 pada hari Senin – Sabtu. Kecuali hari Minggu, listrik 24 jam lamanya.
- Syukurnya…. Sudah ada sinyal di sana! Ada 2 (dua) BTS operator seluler di Tambelan, yaitu Telkomsel dan Indosat.

Waw! Keren! Hehehehe..

Di akhir pertemuan saya di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan itu, saya diinformasikan bahwa saya akan berangkat dengan kapal perintis pada tanggal 10 September 2008, sebab kapalnya baru ada tanggal segitu. Dan waktu itu tgl 4 September 2008. Berarti, saya masih punya waktu 6 (enam) hari lagi di kota Tanjung Pinang. Hehehe..

Possibly Related Posts: