Thanksgiving

Dari kemarin2 mo cerita tentang Thanksgiving lupa melulu hehehe. Gara-gara nyiapin launching situs komunitas blogger Makassar nih. Syukurlah karena acara launchingnya juga berjalan dengan sangat sukses dan rame!

Oke, tentang Thanksgiving. Sebenarnya di Indonesia nggak merayakan Thanksgiving’s Day atau hari Mengucap Syukur ini. Soalnya bukan tradisi di Indonesia, maupun di Asia pada umumnya.
Setau saya, Thanksgiving malah hanya dirayakan di Amerika, dan Canada. Kalau di Amerika, Thanksgiving ini dirayakan pada minggu ketiga di bulan November, jatuh pada hari kamis-nya. Kalau di Canada lain lagi, dirayakan pada minggu kedua di bulan Oktober, jatuh pada hari senin-nya. Thanksgiving juga sebenarnya ada di Inggris, tapi dalam versi lain lagi. Mereka tidak menyebut event ini dengan Thanksgiving Day. Tapi mereka menyebutnya dengan istilah Harvest Festival atau Festival Musim Panen.

Semuanya itu sebenarnya.. intinya adalah hari mengucap syukur. Dulu-dulunya itu, karena berkenaan dengan panen yang pertama, mereka mengucap syukur untuk hasil-hasil panen pertama itu. Di wikipedia juga menjelaskan bahwa para musafir (pilgrims) ini merayakan Thanksgiving sebenarnya karena berterimakasih kepada Squanto, seorang Indian yang mengajarkan para pilgrims ini bagaimana menangkap belut (bukan belut ini ya :D), bagaimana cara menanam jagung, dan bekerja sebagai penerjemah mereka di tanah yang ditemukan oleh Christopher Colombus itu :D

Dan sejak tahun 1619, Thanksgiving menjadi hal yang penting untuk dirayakan di dataran negara Amerika, sampai sekarang. Bahkan sekarang sudah menjadi hari libur nasional mereka. Dan dalam perayaan ini, yang dilakukan adalah makan bersama di satu meja keluarga, seluruh keluarga di rumah itu berkumpul. Malahan kalau ada yang kuliah atau kerja di luar kota, mereka akan kembali berkumpul di satu rumah tempat mereka dibesarkan, kemudian mengucap syukur bersama-sama. Yaaa, kalau di sini seperti keadaan Lebaran gitu, pada rame-rame mudik untuk ber-lebaran bersama keluarga.

Beberapa hal yang dilakukan pada saat Thanksgiving itu, yang sangat tipikal adalah mereka pasti masak ayam kalkun panggang yang utuh dengan isi yang bermacam-macam (kentang, sayuran, daging cincang, etc etc). Waktu saya masih kecil dulu, saya suka ikutan sama teman-teman yang orang bule untuk nyobain gimana sih makan ayam kalkun itu. Ternyata memang enak :D Cuma muahaaaal :D

Meskipun di Indonesia tidak merayakan Thanksgiving, saya pikir ada perlunya juga kita untuk sedikit mengadopsi tradisi barat ini. See, tradisi barat itu tidak semuanya negatif kok. Di hari Thanksgiving ini, membuat kita menyempatkan cukup sehari dalam setahun untuk mengucap syukur atas segala yang telah terjadi di dalam kehidupan kita. Paling tidak, membuat kita stop dari segala rutinitas sehari-hari yang bikin puyeng itu, kemudian berpikir untuk mengucap syukur kepada Yang Di Atas.

Memang sih, mengucap syukur itu bisa kita lakukan setiap hari, kapan saja dan di mana saja. Tetapi.. kadang-kadang kita sudah terlalu sibuk sampai lupa untuk mengucap syukur dan berterimakasih atas semua yang telah diberikan-Nya dalam kehidupan kita masing-masing.

Minggu lalu, tgl 23 November, saya dan keluarga kepikiran untuk merayakan Thanksgiving ini. Bukan karena mau ikut-ikut tradisi barat, tapi kami berpikir untuk mengucap syukur untuk segala-galanya. Seperti, dalam tahun ini, kami disempatkan untuk mengecap betapa indahnya travelling di beberapa negara yang sama sekali tidak disangka-sangka bisa ke sana. Juga, dalam bulan ini, banyak anggota keluarga yang berulangtahun. Dan masih banyak lagi..

Jadi kami mengadakan ibadah kecil-kecilan, dihadiri oleh yang paling tua seperti Ibu saya, hingga si kecil Jordy, keponakan saya. Seru! Tapi tentunya tidak pake masak ayam kalkun, soalnya mahal! :D Jadi cuma bakar-bakar ikan, bakar-bakar ayam, bikin kebab turki daging sapi (sempat beli bumbunya di Turki :D).. Hehehe..

Berikut beberapa foto2 (maafkan saya kalau pada ngiler) :P~

nasib para ikan dan ayam di atas arang
ikan dan ayam

ayam bakar.. nyam nyam
ayam bakar

ini rio, tino, eunice.. sudah ngantri buat makan-makan!
3 kurcaci

jordy, sabar sekali makannya :D
jordy

“ya, satu-satu ya dapat ayam.. sabar.. sabar..”
bagi2 ayam

kebab turki daging sapi (pake bumbu khusus kebab dari mediteranean)
kebab

ikan bakar, siap disantap
ikan di piring

ps:
K yati.., bagemana acara thanksgiving ta sama Daeng. Makan-makan kalkun kah? *ngiler*

Related posts :

20 thoughts on “Thanksgiving”

  1. Ah, whatta great thanksgiving story! Makasih Rara!

    Tahun lalu, kami bertiga (saya, Daeng David dan Iman) ke Sunnyvale, CA (sekitar 1 jam dari San Fransisco) ke rumah ortunya David untuk merayakan Thanksgiving. That was my first thanksgiving here in the US :). Ini ceritanya: http://yatyasir.blogspot.com/2005/11/liburan-thanksgiving-di-california.html

    Klo tahun ini, karena mertua lagi liburan ke Hawaii, kami merayakan thanksgiving di Rockville saja. Itupun cuma berdua… eh bertiga dengan baby Z. Kita cuma pesan smoked turkey (kalkun asap) dan makan di rumah malamnya. Sedangkan siangnya makan di resto dekat rumah yang menyediakan menu thanksgiving lengkap. Ya lumayanlah. Yang paling penting, seperti yang Rara bilang… menyempatkan diri untuk mengucap syukur.

    Pagi-pagi waktu bangun tidur, Daengku David pake’ cium kening trus bilang: Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin… I thank Allah for giving me such a loving wife like you…

    Awwww!!! Meleleh maki’ eh… ;)

  2. Ohh jadi harvest feast itu adalah Thanksgiving Day..padahal selama ini sayaji yg selalu desain kartu Harvest Feast-nya Filadeldia Blessing Family…(herangko tohh?)…nyam nyam nyam..bukanji tog dagingnya kucing yg rusak plaponmu yg digorenggg

  3. wah.. udah nambah banyak yang comment..
    coba besok guweh dateng lagi. nambah berapa ya yang comment :)

    hm.. bagus.. bagus…

    *yang comment semuanya pada kelaperan ngiler liat makanan :D*

    -=gretong bilang:budayakan berkomentar:=-

  4. Thanksgiving tidak hanya dirayakan di Amerika dan Kanada, tapi juga di banyak negara seperti China (August Moon Festival), Vietnam (Tet Trung Thu), Afrika (Kwanzaa), India (Pongal), Korea (Chusok) dan sebagainya.

    Walaupun perbedaan perayaan terletak pada nama, tanggal, ritual dan adat istiadat masing-masing; tetapi seperti yang Rara utarakan sebelumnya bahwa inti dari Thanksgiving itu adalah pengucapan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas semua yang telah diberikanNya kepada kita.

    Jadi saya setuju dengan usulan Rara untuk mengadopsi tradisi Thanksgiving ini, di mana kita semua menyempatkan diri untuk bersatu dan berkumpul bersama keluarga, dan juga mengucap syukur kepada Yang Di Atas atas (…di sini sendiri aja yah… )

  5. Aduuhh itu ikan bakar bikin ngiler ka’. Di Inggris tdk ada perayaan khusus thanks giving tdk seperti di USA dan Canada.

    Raraa… jangankan jadi penjamin, saya (kami) juga bersedia jadi host dan sekalian jadi pengantar jokka-jokkana. Kutunggu nah kedatanganmu.

Leave a Reply