Pernahkah? Pernahkah?

Cobalah luangkan waktu sejenak untuk membaca posting ini, dan jawablah berbagai pertanyaan berikut cukup di dalam hati saja.

Pernahkah kamu melihat mobil di depan kamu membuang sampah lewat jendela..?

Pernahkah kamu sedang mengantri di supermarket, atm, atau kasir, dan tiba2 ada orang seenaknya menyelak kamu..?

Pernahkah kamu merasa kesal saat angkutan umum di depan kamu seenaknya berhenti tiba2 karena penumpangnya ingin turun..?

Pernahkah kamu hampir menabrak motor di malam hari karena pengemudinya tidak menyalakan lampu…?

Pernahkah kamu mengumpat kesal saat menyetir karena diserempet motor atau mobil lain yang menyalip seenaknya?

Pernahkah kamu naik kendaraan umum dan orang didepan kamu membuang sampah tanpa perasaan bersalah..?

Pernahkah kamu ingin belok dan harus menunggu lama karena tidak satupun kendaraan lain dari arah yang berlawanan mau mengalah dan memberi jalan untuk kamu..?

Apakah kamu merasa kesal dengan pelakunya…?
Atau justru KAMU LAH PELAKUNYA…? :D
Nah lho..?

Apa susahnya sih menyediakan tempat sampah mini di mobil..? Banyak kok dijual di supermarket, ga mahal lagi…

Apa susahnya sih mengantri sebentar? Toh kasirnya juga ga bakalan kemana2…

Apa susahnya sih menghentikan kendaraan umum di halte? Toh jalan kaki itu baik bagi kesehatan..

Apa susahnya sih menyalakan lampu motor di malam hari..? Itu untuk keselamatan diri sendiri bukan…?

Apa susahnya sih tertib berkendara di jalan raya…? Jalan itu bukan milik pribadi kaann…? Semua orang juga ingin cepat sampai di tujuan….

Apa susahnya sih menyimpan bungkus permen di tas dan membuangnya sesampainya di tujuan…? Atau tempat sampah sudah menjadi barang langka di dunia ini..?

Tulisan ini bukan untuk menggurui, bukan untuk mengatur, dan bukan berarti penulis adalah orang suci yang paling disiplin di dunia.
Tapi hal2 kecil seperti inilah yang membuat bangsa lain memandang rendah bangsa kita…
Hei…bebek aja kalo jalan ngantri!

Gw di waktu di Singapore sempat takjub ama orang-orangnya. Bukan karena mereka cakep-cakep dan enak dipandang mata, tapi karena mereka sangat menghargai orang-orang yang butuh bantuan. Misalnya ibu hamil, orang tua, dan ibu-ibu yang bawa anak-anak.
Bahkan ada pengumuman-pengumuman gitu di MRT-nya untuk mendahulukan yang membutuhkan, misalnya kasih tempat duduk kepada orang yang lebih tua, ibu hamil dan yang bawa anak-anak.
Orang-orang suka ngirain kalau di Singapore itu tidak pedulian sama orang lain. Salah besar. Mereka justru kalau melihat orang tua atau ibu hamil atau ibu2 yang bawa anak-anak, mereka langsung kasih tempat duduknya.

Kalau naik pesawat juga, yang dinomersatukan adalah.. The elders and family with children.
Kalau di Indonesia? Jangan harap! Kalau bisa disikut, sikut aja.

Juga para pejalan kaki sangat dihargai. Kalau nyeberang di zebra cross, jangan khawatir dan ga usah lari-lari, sebab mobil yang mau melintas akan berhenti dan mempersilahkan kita berjalan dengan nyaman. Kalau di Indonesia? Boro-boro diperhatikan, ga ditabrak aja sudah syukur.

Kita masih banyak harus belajar dari bangsa lain. Jangan cuma melecehkan dan meneriak-neriakkan gerakan anti bangsa tertentu, tapi ternyata kita masih kalah jauh dalam berbagai hal dengan mereka.

Related posts :

21 thoughts on “Pernahkah? Pernahkah?”

  1. Aku adalah salah satu manusia yang berusaha mewujudkan itu semua. Dan kebiasaanku adalah membawa tas kresek kalau berada di dalam mobil agar bisa dibuat tempat sampah, sehingga nanti kalau ketemu tempat sampah baru membuang ke tempat yang semestinya.
    Selain itu, sebenarnya hal-hal sekecil itu samua adalah tingkatan ukuran iman seseorang.
    Seperti ketika melihat batu, atau sesuatu yang mengganggu di jalan. Orang yang paling rendah imannya adalah orang yang menyingkirkan batu atau gangguan dijalan, gangguan bisa berupa apapun yang mengganggu orang di jalan.
    Orang yang mau menyingkirkan batu itu lebih baik daripada orang yang diam saja melihat batu di tengah jalan. Hal itu adalah dasar prinsip keimanan. Sehingga terhadap hal-hal besar nantinya dia akan lebih faham dan itulah tingkatan iman seseorang.

  2. bener banget ra, sa pernah ngalamin waktu hamil n naek kereta dr jkt-bogor, wah keknya gag ada yg peduli buat ngasih t4 duduknya, malahan t4 yg khusus untuk manula n ibu hamil or bw anak ditempatin org2 muda yg segar bugar. Payah bener ya mental org indonesia (tp gag semua kan?!)

  3. betul. mungkin butuh 1 generasi. tp plg nggak anak-anak kecil udah diajarin menghargai orang lain. tp kasian juga kalo mereka masih melihat realita seperti itu, apalagi kalo yg melanggar adalah orang-orang yang mereka hormati / sayangi.

  4. hmm…
    gimana klu revolusi dgn pemusnahan 1 generasi… kale ajah bisa lebih baik
    *wew… ekstrim yak :D, OOT pula* eh tp konkrit loh… ato ada yg lebih halu? *tuink*

  5. pernah pernah dan pernah…
    paling dahsyat waktu diskonan baju di TP ampe liat tante tante n nona nona tengkar di depan kasir karena senggol senggolan antri.
    *asikk hiburan gratis* ;p

  6. pertanyaan nomor pertama, jawabannya sering!
    kesel juga ama orang kayak gitu. makanya, setiap mobil di depan yang penumpangnya buang sampah keluar jendela biasanya gw klaksonin aja
    hehehe…

  7. ndy Says:
    August 12th, 2006 at 5:29 pm

    pasti Rara selalu menjawab: PERNAH untuk semua pertanyaan :D
    ——————————————
    iyyo, pengalaman pribadi kek na
    saking keselnya sampe diposting :D
    btw, nda adakah poto2 di pesta na amy???

Leave a Reply