Kisah Sedih di Puskesmas Tambelan

Ada sesuatu yg bikin miris pagi ini :(

Sebelumnya saya nginfoin kalo di Puskesmas Tambelan itu ada UGD 24 jam-nya dan ruang rawat inap. Lumayan lah walau tidak selengkap rumah sakit.

Subuh tadi jam 2, masuk seorang ibu yg ingin melahirkan. Diterima di UGD. Dan didampingi oleh bidan dan beberapa perawat untuk membantu persalinan.

Sampai pagi tadi, anaknya belum lahir juga. Keluarga besarnya banyak yang datang.

Ternyata anaknya ga bisa keluar. Awalnya baru keluar kepalanya. Kemudian setengah badannya, lalu gak bisa lagi keluar. Sampai jam 8 pagi tadi keadaannya masih demikian. Bayinya besar, susah melewati jalur persalinan normal.

Dalam kasus seperti ini, harusnya dicaesar saja. Tapi apa daya, peralatan dan tenaga puskesmas tidak memadai :( jadilah ibu itu “dipaksa” melahirkan secara normal.

Jam 9 lewat 10 menit tadi, akhirnya bayi tersebut berhasil dilahirkan. Tetapi sudah terlambat, sang bayi sudah tak dapat diselamatkan lagi. Beratnya 5 kg.

Menurut staf puskesmas, hal ini sering terjadi, dan mereka harus merelakan kepergian anak2 yang tidak bisa ditolong :(

Di pulau seterpencil ini, di mana kapal hanya 2x sebulan dengan jarak tempuh 24 jam, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan sang bayi ;(
Mau dilarikan ke rumah sakit di Tanjung Pinang pun tidak bisa karena kendala transportasi.

Bagi mereka yang punya duit lebih, mungkin sebelum kelahiran akan bersiap2 melahirkan di Tanjung Pinang sana. Tapi bagi mereka yang duitnya pas-pasan, puskesmas lah yang menjadi harapan satu-satunya.

*sedih*

31 thoughts on “Kisah Sedih di Puskesmas Tambelan

  1. rusle

    memprihatinkan,
    mungkin ada jutaan kasus serupa di negara tercinta ini…

    mungkin hasil kejaran pengemplang BLBI kalau berhasil dikumpulin bisa sangat
    membantu saudara2 kita di kepulauan yg tak terjangkau …

    Reply
  2. san

    Meskipun diceritakan cukup detail, saya tetap tidak bisa membayangkan kondisi si bayi yg lahir dengan susah payah hanya untuk dijemput takdirnya, begitu juga dengan perasaan orang tua terutama sang ibu.

    Semoga ini yg terbaik bagi mereka sekeluarga.

    *miris*

    Reply
  3. Bang Aswi

    Jadi teringat dengan istri yang bekerja sebagai perawat. Juga teringat dengan kasus2 serupa yagn terjadi di beberapa rumah sakit. Sampai kapan hal ini akan terus berlanjut?

    Reply
  4. upi

    haaaaa!!!!!!!!!!!!!!! 5 KG!!!! astagaaa…itu mah emang kudu harus mustiiii di Caesar!!! kasian banget ya…sedihku baca ki…sediiiih sekali:((

    Reply
  5. grace

    Ini adalah gambaran Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam sangat potensial tapi tak bisa dinikmati oleh rakyatnya sendiri..

    So sorry to hear that.. God Bless them..

    Reply
  6. syamsoe

    duhh… kasihan juga yach, PR bagi pemerintah setempat tuh, slain sediain RS persalinan yg reprsentatif, jug harus menyediakan sarana hiburan. BIar bapak2 nya disana ada hiburan alternatif selain ……(tau sendiri lah)

    Reply
  7. ToZp3nK

    Memang menyedihkan….Kasus di atas adalah salahsatu dari sekian kasus yang hampir tiap hari dialami rakyat indonesia…. Semua ini menjadi bukti ketidakpedulian pemerintah dalam memberikan pelayanan terhadap rakyatnya dimanapun dia berada….

    Pelayanan untuk rakyat hanyalah janji-janji busuk penguasa maupun penggila kekuasaan saat mereka kampanye.
    Rakyat selalu terlantar dan tertindas…Semua ini buah dari sistem sampah yang bernama DemokRazy..Sistem yang hanya ada dalam hayalan para pemikir2 barat yang bodoh. Sistem yang gak pernah & gak mungkin pernah terealisasi…

    Untuk itu BOYCOTT DEMOKRAZY…BOYCOTT dan LAWAN PEMRINTAH…
    Mari bersama menjadi PEMBERONTAK…

    Reply
  8. eshape

    Pendidikan dan kesehatan memang masih menjadi PR buat kita semua.

    Insya ALlah, PEMILU depan menghasilkan pemimpin yang baik dan benar.
    Amin.

    Salam.

    Reply
  9. nuri

    @ToZp3nK
    sampeyan ini bukannya sumbang saran malah bikin flame war:)
    emang mo pindah kemana? Komunis? Sosialis? trus kalo semua mbrontak, sing ngurusin ibu-ibu hamil beresiko tadi sapa?
    udahlah itu cuman gimmick politik doang

    “Pelayanan untuk rakyat hanyalah janji-janji busuk penguasa maupun penggila kekuasaan saat mereka kampanye.”

    nah, mari kita sama-sama sumbang saran, tenaga, buat yg rejeki berlebih ya sumbang dana buat bikin fasilitas untuk membantu saudara-saudara kita di tempat terpencil tersebut.
    ga usah terlalu ngarepin mereka … berdoa saja semoga mereka dilapangkan jalannya

    Reply
  10. rara

    Daeng rusle: iya seandainya BLBI itu bisa disalurkan menjadi pelayanan kesehatan gratis, dan diutamakan untuk kesehatan ibu dan anak.. *sigh*

    Pak amril: iya sih, tapi ironisnya hal ini kerap terjadi, dan bukan tidak mungkin untuk terjadi lagi sampai ada solusi kongkrit dari pemerintah :(

    Om hasan: iya. Btw, bayi itu adalah anak ke-5. Semoga ada hikmah di balik kejadian ini yang bisa diambil..

    Nhie: amiiin amin..

    Bang aswi: yaaa sampai ada solusi kongkret dari pihak pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan propinsi setempat. *berdoa*

    Daeng nuntung: maksud ta’ :-/

    Mon: halah :D

    John: faktor bayi gede juga gak cuma dari makanan lho.

    Sherly: iya :(

    Ali: syukuri lah keadaan kita apa adanya

    3[Dot]: yah begitulah *speechless*

    Upi: sabar, pi :(

    Made: hehe pasti lah sabar

    Grace: amiin.

    Risiyanto: makasih, doakan supaya saya rajin nulis blog hehehe.

    Labaco: contohnya? Sepertinya sudah cukup jelas lokasi pulau Tambelan tersebut di postingan saya :(

    Syamsoe: apa coba tau sendiri lah itu? Gak nyambung oi komen-nya. Ini ngomongin soal ibu melahirkan dengan komplikasi, kamu malah ngomongin bapak-bapak dan sarana hiburan. Ckckck.. Utk informasi Anda ya, bapak2 di sini tidak ada hiburan “malam” seperti yang Anda maksud. Di sini desa yang nyaman tentram, bebas dari PSK.. Dasar mesum.

    ToZp3nK: hayah, ini lagi, komentar yang nggak membangun. Malah provokatif dan tidak edukatif.

    Eshape: semoga..

    Nuri: setuju tuh.. Dasar provokator.

    Reply
  11. aRuL

    semoga suatu saat jaringan kesehatan menghampiri seluruh pelosok tanah air, so tidak sampe kejadian seperti ini terulang..
    tapi kenapa yah, katanya kejadian seperti ini sering terjadi… tapi koq ngak dilakukan perubahan :D

    Reply
  12. Ecko

    Jadi inget dengan film pemenang Eagle Award 2006 kalo gak salah, yang menceritakan tentang Suster Apung di perairan Sulawesi. Seperti itukah nasibmu, Dokter Rara?

    Reply
  13. uq

    sedih sekali……
    inilah kisah sedih di pulau terpencil
    teringat pengalamanku menyaksikan prosesi kelahiran anak keduaku, begitu berat ibu mengandung, begitu sakit ketika ia melahirkan……
    mengapa harus meninggal pula anak itu ….
    maka syukurlah kita yang tidak harus mengalami itu
    maka berjuanglah kita untuk mengatasi hal itu
    ayo

    Reply
  14. hendyou

    itu pun krn jarang priksa d puskesmas… jd dak tau bayinya akn seberat 5kg…. jd buat ibu2 tambelan, priksakan kehamilan secara berkala dan teratur…

    Reply
  15. Agoezeko

    Saya sebagai putra tambelan sangat menyedih kn sekali ats kasus ini,,

    Semoga yg d tinggal kn diberi kn ketabahan hati.

    Peralatan d puskismas harus
    Lebih memadai lg,dan tenaga bidan yg berpengalaman.

    Reply
  16. tariando briantara

    SAYA SEBAGAI PUTRA TAMBELAN SANGAT SEDIH DENGAN MENDENGAR KASUS INI

    DENGAN ADANYA KEJADIAN INI SEMOGA KELUARGA DIBERI KETABAHAN

    DENGAN KEJADIAN PERLUNYA PERALATAN MEDIS YANG MEMADAII DAN KEJADIAN SEPERTI INI TIDAK TERULANG KEMBALI DI KEC TAMBELAN

    DAN PERLU JUGA DOKTER YANG AHLI DI BIDANG NYA KHUSUS

    (PERSALINAN )

    ttd

    TARIANDO . BRIANTARA
    ( putra daerah kec tambelan )

    Reply
  17. Pingback: Access to Health Care, Do You Care? | Thoughts, Dreams, and Emotions…

  18. ina

    saya pernah ke tambelan..dan sy sgt mengerti kondisi ini dan mmg srg terjadi kasus spt ini…semoga nti terwujud bandara dsana sehingga mempercepat akses ke tanjungpinang ato kota terdekat spt pontianak…

    Reply

Leave a Reply