Next Destination, Singapore?

Bila ditanya, negara apa yang paling sering dikunjungi oleh orang-orang di Indonesia? Kebanyakan jawaban yang saya temukan adalah Singapura. Kenapa? Alasannya bermacam-macam, misalnya karena jarak yang lebih dekat, karena tiket promo yang murah, atau karena transit dalam perjalanan yang lebih jauh.

Saya pun udah tak bisa lagi menghitung berapa kali menginjakkan kaki di negara singa tersebut. Sejak tahun 2001, Singapura termasuk negara yang paling sering dikunjungi, untuk liburan, ada acara khusus, atau hanya sekedar transit saja.

Moment paling dekat ke Singapura, ya ikutan FOSSAsia 2015 bersama teman-teman Mozillians lainnya, beberapa waktu yang lalu. Acara FOSSAsia ini adalah acara kumpul-kumpul plus seminar untuk para pengguna open source yang berdomisili di Asia. Selain ikutan acara tersebut, tentu saja ya jalan-jalan!! Sekalian menjadi guide untuk Nhie yang baru pertama kali mendapat cap di paspornya, alias pertama kali :D

Webmaking in Public Space session
Webmaking in Public Space session @ FOSS Asia 2015
Mozilla Booth @ FOSS Asia 2015
Mozilla Booth @ FOSS Asia 2015

Untuk jalan-jalan, ikutan acara, tentunya perlu foto-foto dan posting ke media sosial dong. Selain live report, juga postingan-postingan yang membuat orang lain pada sirik hihihi. Dan posting-posting kayak gitu perlu koneksi internet dong. Kalau lagi pas ada acara sih enak, karena bisa mengandalkan wifi gedung.

Selain buat posting, tentu saja jika ada koneksi internet, bisa membantu untuk survive di negara orang supaya nggak nyasar.

Rame-rame mencoba Martabak Rusa di Arab Street
Rame-rame mencoba Martabak Rusa di Arab Street
Kalau udah foto di sini, katanya sah udah ke Singapura :))
Kalau udah foto di sini, katanya sah udah ke Singapura :))

Untuk punya koneksi internet setiap saat, ada beberapa macam pilihan. Pakai simcard lokal, atau international roaming. Nah, kebetulan, untuk Singapura, Telkomsel baru saja mengadakan promo paket international roaming khusus untuk Singapura. Mulai dari 50 ribu rupiah, 200Mb untuk internet seharian selama di Singapura tanpa harus mengubah settingan di gadget. Promo ini berlaku mulai 28 April 2015 untuk seluruh pelanggan simPATI, kartu As, Loop dan KartuHalo, loh.

Karena saya menggunakan KartuHalo alias pasca bayar, tentunya ini pilihan paling oke, untuk mencegah tagihan melonjak dan jebol. Ini penting. Kenapa? Untuk mencegah terjadinya kejutan akhir bulan dengan membaca tagihan hehe. Istilah kerennya, “no bill shock.”

*266#
*266#

Dan adanya paket ini, sangat memudahkan pelanggan, karena tidak perlu ke grapari untuk setting hp serta laporan untuk membuka fitur international roaming. Dan ternyata, tarif international roaming ini sebenarnya setara dengan tarif operator lokal, lho.

Gimana caranya? Yang pasti ini khusus untuk operator Telkomsel, lalu hubungi *266# atau +628110000333 (bebas biaya) dari luar negeri. Untuk yang membutuhkan koneksi internet saja, cukup berlangganan paket internet kemudian lamanya hari disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk yang butuh telpon atau sms, selain koneksi internet saja, dapat berlangganan paket 3in1 (telepon, sms, internet), yang berlaku di seluruh operator Singapore dengan tarif hemat sampai dengan 90%.

Mozillians @ FOSS Asia 2015
Mozillians @ FOSS Asia 2015

Jadi, kapan ke Singapura lagi?

East Side Gallery

Grafiti adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.(Wikipedia)

East Side Gallery - Berlin
East Side Gallery – Berlin

Di Berlin, grafiti memenuhi sepanjang 1,3 km dari tembok Berlin, yang terletak di dekat pusat Berlin. The East Side Gallery merupakan peringatan internasional untuk kebebasan.

East Side Gallery - Berlin
East Side Gallery – Berlin
East Side Gallery - Berlin
East Side Gallery – Berlin

Galeri terbuka dan terpanjang di dunia ini, terdiri dari 105 lukisan karya seniman dari 21 negara yang berbeda, dicat pada tahun 1990 di sisi timur Tembok Berlin. Tepat setelah jatuhnya Tembok Berlin, dan dengan menggunakan berbagai cara seni, para seniman mengomentari peristiwa politik yang terjadi pada tahun 1989 dan 1990.

East Side Gallery - Berlin
East Side Gallery – Berlin

Dua-pertiga dari lukisan yang rusak parah oleh erosi, grafiti, dan vandalisme. Sepertiga telah dikembalikan oleh sebuah organisasi non-profit yang mulai bekerja pada tahun 2000. Tujuan dari organisasi ini adalah restorasi akhirnya dan pelestarian semua lukisan. Restorasi penuh, terutama dari bagian tengah, diproyeksikan untuk tahun 2008. Perbaikan dimulai pada Mei 2009.

Deb dan Ioana. East Side Gallery - Berlin.
Deb dan Ioana. East Side Gallery – Berlin.
Selain gambar-gambar, ada juga cermin di East Side Gallery - Berlin.
Selain gambar-gambar, ada juga cermin di East Side Gallery – Berlin.
Salah satu pintu yang digunakan untuk menyeberang Tembok Berlin pada saat Jerman Barat dan Jerman Timur masih terpisah.
Salah satu pintu yang digunakan untuk menyeberang Tembok Berlin pada saat Jerman Barat dan Jerman Timur masih terpisah. Sekarang

Lukisan-lukisan di East Side Gallery mendokumentasikan masa perubahan dan mengungkapkan euforia dan harapan besar untuk lebih baik, masa depan yang penuh kebebasan untuk semua orang di dunia.

The East Side Gallery tidak hanya simbol harapan dan persahabatan, tetapi juga kebebasan, terutama bagi para seniman.

Saya, Deb, dan Ioana di East Side Gallery - Berlin.
Saya, Deb, dan Ioana di East Side Gallery – Berlin.

Weekly Photo Challenge: Serenity

Serenity (noun): The state of being calm, peaceful, and untroubled. If you live in a big city, daily routines may bring you to a boredom. Once in a while, you have to get our from the routines, and getaway. And these getaway, usually seek for serenity.

Actually, being calm and peaceful is also different to each person. Some people loves to travel into another bustling city, some people just wanna stop and enjoy the calmness of the nature.

When I travel to Kyoto, I often see japanese rock gardens around. We usually know these gardens as “zen garden”. The garden is so peaceful and you can feel the time will pass so slow. Try to sit near one of the gardens, and feel the moment.

Zen Garden at Eikando Zenrin-ji
Zen Garden at Eikando Zenrin-ji. March 2014

The Japanese rock garden (karesansui) or “dry landscape” garden, often called a zen garden, creates a miniature stylized landscape through carefully composed arrangements of rocks, water features, moss, pruned trees and bushes, and uses gravel or sand that is raked to represent ripples in water.

They were intended to imitate the intimate essence of nature, not its actual appearance, and to serve an aid to meditation about the true meaning of life.

Visiting a zen garden, always made me feel at peace.

In response to The Daily Post’s weekly photo challenge: “Serenity.”

Remo Camp 2013 – Madrid, Spain

460px-Reps_camp_2013Leadership of the Mozilla Reps program, comprised of Council members and Reps mentors, met for 3 days in Madrid, Spain, from August 30th to September 1st, 2013.

The meeting were comprised of presentations, breakout sessions and discussions to draft the 2013/2014 Mozilla Reps program roadmap. This event was the second time the entire program leadership meet and work together in person, the first being in Berlin in 2012.

The first day focused on getting all Council members together to do a high-level review of the program’s Q3 goals and do final prep-work for the Camp sessions the following two days. Yes, on this day, me and the rest Indonesian teams, arrived.

Remo Camp 2013
Ready for RemoCamp 2013 in Madrid, Spain!

The second day focused on encouraging debate and discussion around the program’s strengths, weaknesses, opportunities and threats. We were also divided into groups and discussed the task forces within groups.

And the memes continues :)))
And the memes continues :)))

Almost Ready
Almost ready, from Brian King‘s flickr

ReMoCamp2013_1291
Building communities

And the third day focused on drafting a general “ReMo Roadmap” for 2013/2014 and presenting task force action plans to all participants (including remote attendees).

Group photo taken from Jun's Facebook.
Group photo taken from Jun‘s Facebook.
Remo Camp 2013
And we also got a chance to visit Telefonica office, where they sell and promote Firefox phone in Spain ^_^
Remo Camp 2013
These guys also come with me in Madrid :)))

It was my first trip to Europe and it was so damn short trip :( but I enjoyed the trip a lot, looking forward for more! :D

#MyanmarTrip – Yangon!

Ini merupakan sambungan posting sebelumnya : #MyanmarTrip – The Departure ^_^

Departure to Yangon
Karena Jeng Ina masih ada urusan kerjaan di Singapura, maka saya dan Gita yang duluan berangkat ke Yangon. Jeng Ina rencananya menyusul keesokan harinya, dengan maskapai serta jam penerbangan yang sama.

Untuk menuju Changi, kami berjalan kembali ke Bugis MRT Station yang terletak di bawah Bugis Junction dengan rute seperti di bawah ini :

Walking from Beach Hotel to EW 12 Bugis MRT Station
Walking from Beach Hotel to EW 12 Bugis MRT Station

Continue reading “#MyanmarTrip – Yangon!”

#MyanmarTrip – The Departure

Mendengar kata “Myanmar”, beberapa dari kita pasti langsung teringat dengan film hollywood “The Lady” yang mengisahkan tentang perjuangan dan biografi dari Aung San Suu Kyi. Negara ini merupakan salah satu negara yang bukan tujuan favorit di Asia :D tapi entah kenapa, saya malah jadi lebih penasaran untuk ke Myanmar ini.

One backpack only for 5 days in Myanmar.
One backpack only for 5 days in Myanmar.

Continue reading “#MyanmarTrip – The Departure”

Weekly Photo Challenge: Future Tense

In grammar, a future tense is a verb form that marks the event described by the verb as not having happened yet, but expected to happen in the future.

This week photo challenge is about “future tense“, which will be expected for some visions of the future, daydreams, and wishes frozen in time.

And it is still phoneography month, and yes, phoneography means took a photo with your phone ^_^ so the pictures below are taken from my camera phone.

Below is the photo of incoming train, nearby my home. This train has not arrived yet, but it is expected to arrived in the future, which is in a few minutes after I took this picture.

Incoming Train. Location: Duren Kalibata Station. Taken with HTC One S smartphone.
Incoming Train. Location: Duren Kalibata Station. Taken with HTC One S smartphone.

No one can see the future, nobody can guess what the future is. The train above is expected to be arrive in a few minutes after the shoot. But nobody can be really sure whether the train will be stop, or just passing by, or explode!

Since nobody knows exactly what will happen about their future, so we put our hope and expectation to wishes, dreams, and prayers for our future. Below is a picture of one of the streets in Yangon – Myanmar. I took a short walk nearby of our hotel.

One of the streets in Yangon - Myanmar. Taken with HTC Sensation.
One of the streets in Yangon – Myanmar. Taken with HTC Sensation.

At that time I walk, I walk, I walk on the street. Without knowing what will happen at the end of the road. It was a different country and different language they use. Curious killed the scary part, and my feet just walk on. My expectation is at the end of the road I will find something interesting to write about ^_^

The future is the indefinite time period after the present. Its arrival is considered inevitable due to the existence of time and the laws of physics.

And as I write this post, I remember a quote : “The past can not be changed, and the future is unsure. But we can learn from the past and change a better future.”

So, how about you? How about your future?
Do you think you know what will happen? Did you ever pray for your future? Tell me :)

#GentingTrip – Day 3

Hari ketiga di Genting ini merupakan hari ter-suram bagi para rombongan. Twit-twit mulai bertebaran dengan hashtag #suram, #backtoreality, #susahmoveon, #masihhangover, dll dll :))

Buat yang baru baca postingan ini, bisa intip dulu postingan Day 1 dan Day 2 ya ^_^

Not just because the awesomeness of Genting, tetapi juga karena uber awesome of the travelmates yang membuat sarapan di hari ketiga ini agak lesu :D

Coffee Terrace
Kali ini sarapan di Coffee Terrace, buffet-mode breakfast yang terletak di lobby Maxims Hotel Genting. Di sini kami diberikan pilihan makanan dengan berbagai macam kategori. Asian or western, nyonya style or local cuisine, american breakfast only with toast, or chinese dimsum, japanese cuisine, etc etc.

Group photo with Ms. Kenix, after breakfast ^_^

Saat sarapan kami sempat bertemu dengan Ms. Kenix dari Resorts World Genting, dan dia sempat memberikan beberapa patah kata untuk para blogger Indonesia ^_^

Continue reading “#GentingTrip – Day 3”

#GentingTrip – Day 2

Selamat pagi, Genting. Itu twit pertama saya di hari kedua ini. Badan masih ingin ngulet di tempat tidur gara-gara kehebohan di Patio Lounge and Bar semalam. Tapi karena segabreng daftar kegiatan hari kedua udah luar biasa, jadi harus segera bersiap-siap.

Buat yang baru baca dari postingan ini, baca yang Day 1 dulu yah :D

The Bakery
Sarapan di sini sangat enak. Ada pilihan berbagai macam roti dengan berbagai macam isi, bisa dipilih seenaknya, mau extra keju, atau extra salami. Setelah pilih-pilih, roti akan dipanaskan oleh pelayannya. Selain sandwich, ada juga bermacam-macam kue untuk jadi pilihan sarapan.

Breakfast @ The Bakery

Continue reading “#GentingTrip – Day 2”

#GentingTrip – Day 1

Jadi pada beberapa hari kerja di suatu minggu, saya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Genting Highlands bersama rekan-rekan blogger lainnya. Beberapa orang langsung nanya ke saya, “ngapain ke Genting? Mau judi ya? Mau ke casino ya?”. Ya, Genting Highlands memang berhubungan langsung dengan kata-kata Casino dan judi. Tapi sebenarnya, banyak yang bisa dilakukan di Genting selain mengunjungi Casino dan berjudi :D

The Departure
Kami berangkat dengan menggunakan pesawat Air Asia, oleh karena itu berangkatnya dari Terminal 3. Keberangkatan pukul 08.35 pada tiket memaksa saya untuk bangun lebih pagi. Walaupun sebenarnya kategori telat bangun, tapi ternyata masih ada yang lebih terlambat dari saya hihi :D

On the way to airport

Anyway, sampai di airport, saya bertemu dengan Bradley. Sempat ketemu Leila di depan pintu masuk, dan belum bertemu dengan tim yang lain, yang konon seluruhnya berjumlah 10 orang.

Continue reading “#GentingTrip – Day 1”