 <?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kisah Sedih di Puskesmas Tambelan</title>
	<atom:link href="http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 07:03:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Access to Health Care, Do You Care? &#124; Thoughts, Dreams, and Emotions&#8230;</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-88073</link>
		<dc:creator>Access to Health Care, Do You Care? &#124; Thoughts, Dreams, and Emotions&#8230;</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 04:00:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-88073</guid>
		<description>[...] di Kabupaten Bintan &#8211; Kepulauan Riau, tepatnya di pulau Tambelan. Ada di postingan saya di sini, saya menuliskan bahwa betapa seorang ibu harus berjuang melahirkan anaknya. Dan karena fasilitas [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] di Kabupaten Bintan &#8211; Kepulauan Riau, tepatnya di pulau Tambelan. Ada di postingan saya di sini, saya menuliskan bahwa betapa seorang ibu harus berjuang melahirkan anaknya. Dan karena fasilitas [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tariando briantara</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-86621</link>
		<dc:creator>tariando briantara</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 14:54:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-86621</guid>
		<description>SAYA SEBAGAI  PUTRA  TAMBELAN  SANGAT SEDIH DENGAN MENDENGAR KASUS INI 


    DENGAN ADANYA  KEJADIAN INI SEMOGA  KELUARGA DIBERI  KETABAHAN  


                     DENGAN KEJADIAN   PERLUNYA  PERALATAN MEDIS YANG MEMADAII  DAN KEJADIAN SEPERTI INI TIDAK TERULANG KEMBALI  DI KEC TAMBELAN  


DAN PERLU JUGA DOKTER  YANG AHLI DI BIDANG NYA KHUSUS  


(PERSALINAN )




                                                                          ttd


                                                           TARIANDO . BRIANTARA
                                                             ( putra daerah kec tambelan )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA SEBAGAI  PUTRA  TAMBELAN  SANGAT SEDIH DENGAN MENDENGAR KASUS INI </p>
<p>    DENGAN ADANYA  KEJADIAN INI SEMOGA  KELUARGA DIBERI  KETABAHAN  </p>
<p>                     DENGAN KEJADIAN   PERLUNYA  PERALATAN MEDIS YANG MEMADAII  DAN KEJADIAN SEPERTI INI TIDAK TERULANG KEMBALI  DI KEC TAMBELAN  </p>
<p>DAN PERLU JUGA DOKTER  YANG AHLI DI BIDANG NYA KHUSUS  </p>
<p>(PERSALINAN )</p>
<p>                                                                          ttd</p>
<p>                                                           TARIANDO . BRIANTARA<br />
                                                             ( putra daerah kec tambelan )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agoezeko</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-58492</link>
		<dc:creator>Agoezeko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 02:18:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-58492</guid>
		<description>Saya sebagai putra tambelan sangat menyedih kn sekali ats kasus ini,,

 Semoga yg d tinggal kn diberi kn ketabahan hati.

 Peralatan d puskismas harus
Lebih memadai lg,dan tenaga bidan yg berpengalaman.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sebagai putra tambelan sangat menyedih kn sekali ats kasus ini,,</p>
<p> Semoga yg d tinggal kn diberi kn ketabahan hati.</p>
<p> Peralatan d puskismas harus<br />
Lebih memadai lg,dan tenaga bidan yg berpengalaman.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hendyou</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-41990</link>
		<dc:creator>hendyou</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 08:06:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-41990</guid>
		<description>itu pun krn jarang priksa d puskesmas... jd dak tau bayinya akn seberat 5kg.... jd buat ibu2 tambelan, priksakan kehamilan secara berkala dan teratur...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>itu pun krn jarang priksa d puskesmas&#8230; jd dak tau bayinya akn seberat 5kg&#8230;. jd buat ibu2 tambelan, priksakan kehamilan secara berkala dan teratur&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: collect bag</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-9539</link>
		<dc:creator>collect bag</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 13:11:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-9539</guid>
		<description>Turut sedih dan prihatin. Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa datang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Turut sedih dan prihatin. Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa datang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uq</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-9258</link>
		<dc:creator>uq</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 05:55:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-9258</guid>
		<description>sedih sekali......
inilah kisah sedih di pulau terpencil
teringat pengalamanku menyaksikan prosesi kelahiran anak keduaku, begitu berat ibu mengandung, begitu sakit ketika ia melahirkan......
mengapa harus meninggal pula anak itu .... 
maka syukurlah kita yang tidak harus mengalami itu
maka berjuanglah kita untuk mengatasi hal itu
ayo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sedih sekali&#8230;&#8230;<br />
inilah kisah sedih di pulau terpencil<br />
teringat pengalamanku menyaksikan prosesi kelahiran anak keduaku, begitu berat ibu mengandung, begitu sakit ketika ia melahirkan&#8230;&#8230;<br />
mengapa harus meninggal pula anak itu &#8230;.<br />
maka syukurlah kita yang tidak harus mengalami itu<br />
maka berjuanglah kita untuk mengatasi hal itu<br />
ayo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ecko</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-9206</link>
		<dc:creator>Ecko</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 07:43:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-9206</guid>
		<description>Jadi inget dengan film pemenang Eagle Award 2006 kalo gak salah, yang menceritakan tentang Suster Apung di perairan Sulawesi. Seperti itukah nasibmu, Dokter Rara?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi inget dengan film pemenang Eagle Award 2006 kalo gak salah, yang menceritakan tentang Suster Apung di perairan Sulawesi. Seperti itukah nasibmu, Dokter Rara?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tuteh</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-9197</link>
		<dc:creator>tuteh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 10:52:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-9197</guid>
		<description>Wajah Indonesia yang sesungguhnya??? :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wajah Indonesia yang sesungguhnya??? :(</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aRuL</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-9196</link>
		<dc:creator>aRuL</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 07:40:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-9196</guid>
		<description>semoga suatu saat jaringan kesehatan menghampiri seluruh pelosok tanah air, so tidak sampe kejadian seperti ini terulang..
tapi kenapa yah, katanya kejadian seperti ini sering terjadi... tapi koq ngak dilakukan perubahan :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semoga suatu saat jaringan kesehatan menghampiri seluruh pelosok tanah air, so tidak sampe kejadian seperti ini terulang..<br />
tapi kenapa yah, katanya kejadian seperti ini sering terjadi&#8230; tapi koq ngak dilakukan perubahan :D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rara</title>
		<link>http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/comment-page-1/#comment-9195</link>
		<dc:creator>rara</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 01:40:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://i-rara.com/2008/10/21/kisah-sedih-di-puskesmas-tambelan/#comment-9195</guid>
		<description>Daeng rusle: iya seandainya BLBI itu bisa disalurkan menjadi pelayanan kesehatan gratis, dan diutamakan untuk kesehatan ibu dan anak.. *sigh*

Pak amril: iya sih, tapi ironisnya hal ini kerap terjadi, dan bukan tidak mungkin untuk terjadi lagi sampai ada solusi kongkrit dari pemerintah :(

Om hasan: iya. Btw, bayi itu adalah anak ke-5. Semoga ada hikmah di balik kejadian ini yang bisa diambil..

Nhie: amiiin amin..

Bang aswi: yaaa sampai ada solusi kongkret dari pihak pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan propinsi setempat. *berdoa*

Daeng nuntung: maksud ta&#039; :-/

Mon: halah :D

John: faktor bayi gede juga gak cuma dari makanan lho.

Sherly: iya :(

Ali: syukuri lah keadaan kita apa adanya

3[Dot]: yah begitulah *speechless*

Upi: sabar, pi :(

Made: hehe pasti lah sabar

Grace: amiin.

Risiyanto: makasih, doakan supaya saya rajin nulis blog hehehe.

Labaco: contohnya? Sepertinya sudah cukup jelas lokasi pulau Tambelan tersebut di postingan saya :(

Syamsoe: apa coba tau sendiri lah itu? Gak nyambung oi komen-nya. Ini ngomongin soal ibu melahirkan dengan komplikasi, kamu malah ngomongin bapak-bapak dan sarana hiburan. Ckckck.. Utk informasi Anda ya, bapak2 di sini tidak ada hiburan &quot;malam&quot; seperti yang Anda maksud. Di sini desa yang nyaman tentram, bebas dari PSK.. Dasar mesum.

ToZp3nK: hayah, ini lagi, komentar yang nggak membangun. Malah provokatif dan tidak edukatif.

Eshape: semoga..

Nuri: setuju tuh.. Dasar provokator.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Daeng rusle: iya seandainya BLBI itu bisa disalurkan menjadi pelayanan kesehatan gratis, dan diutamakan untuk kesehatan ibu dan anak.. *sigh*</p>
<p>Pak amril: iya sih, tapi ironisnya hal ini kerap terjadi, dan bukan tidak mungkin untuk terjadi lagi sampai ada solusi kongkrit dari pemerintah :(</p>
<p>Om hasan: iya. Btw, bayi itu adalah anak ke-5. Semoga ada hikmah di balik kejadian ini yang bisa diambil..</p>
<p>Nhie: amiiin amin..</p>
<p>Bang aswi: yaaa sampai ada solusi kongkret dari pihak pemerintah, dalam hal ini dinas kesehatan propinsi setempat. *berdoa*</p>
<p>Daeng nuntung: maksud ta&#8217; :-/</p>
<p>Mon: halah :D</p>
<p>John: faktor bayi gede juga gak cuma dari makanan lho.</p>
<p>Sherly: iya :(</p>
<p>Ali: syukuri lah keadaan kita apa adanya</p>
<p>3[Dot]: yah begitulah *speechless*</p>
<p>Upi: sabar, pi :(</p>
<p>Made: hehe pasti lah sabar</p>
<p>Grace: amiin.</p>
<p>Risiyanto: makasih, doakan supaya saya rajin nulis blog hehehe.</p>
<p>Labaco: contohnya? Sepertinya sudah cukup jelas lokasi pulau Tambelan tersebut di postingan saya :(</p>
<p>Syamsoe: apa coba tau sendiri lah itu? Gak nyambung oi komen-nya. Ini ngomongin soal ibu melahirkan dengan komplikasi, kamu malah ngomongin bapak-bapak dan sarana hiburan. Ckckck.. Utk informasi Anda ya, bapak2 di sini tidak ada hiburan &#8220;malam&#8221; seperti yang Anda maksud. Di sini desa yang nyaman tentram, bebas dari PSK.. Dasar mesum.</p>
<p>ToZp3nK: hayah, ini lagi, komentar yang nggak membangun. Malah provokatif dan tidak edukatif.</p>
<p>Eshape: semoga..</p>
<p>Nuri: setuju tuh.. Dasar provokator.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

