Sebuah Percakapan Tentang Sikap dan Hati

Kemarin dulu.
Kata temanku, “Sudahlah, jangan ke sana lagi. Bikin sakit hatimu saja.”
Kataku, “Tapi aku hanya ingin melihat lagi, kalau-kalau…”
Kata temanku lagi, “Seribu kali pun kamu ke sana dan melihatnya, seribu kali pun akan terasa tumpahan cuka di atas luka-lukamu.”
Kataku lagi, “Aku hanya…”
Kata temanku lagi, “Jangan bermain dengan hatimu yang sedang galau.”
Kataku, “Akan kucoba.”

Hari ini.
Kata temanku lagi, “Nah kan, kamu ke sana lagi…”
Kataku sambil terisak, “Aku tidak bisa, aku tidak tahan.. Maafkan aku.”
Temanku hanya bisa menghela napas, kemudian berkata, “Jangan minta maaf padaku, tapi minta maaflah pada hatimu.”
Kataku, “Aku perlu melakukan sesuatu.”
Kata temanku, “Lakukanlah yang perlu. Jaga sikap dan yang terpenting, jaga hatimu. Hatimu terlalu terkoyak. Sedikit lagi musnah.”

Dan aku pun makin larut dalam raksa yang menyengat.
Membakar dan mengulitiku.

Possibly Related Posts: