 <?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bali, Pasca 2nd Bali Bomb</title>
	<atom:link href="http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 07:03:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Bagong</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-45</link>
		<dc:creator>Bagong</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2006 05:20:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-45</guid>
		<description>Bali....Merdeka.....!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bali&#8230;.Merdeka&#8230;..!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: emjhie</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-41</link>
		<dc:creator>emjhie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2006 15:50:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-41</guid>
		<description>hai..ra.? aku sangat salut dgn nasionalisme kamu. Dari cerita kamu diatas aku juga prihatin. Qt tau semua daerah di Indo punya kekekurangan dan kelebihan. Di Bali misalnya, yang andalkan Pariwisata menarik perhatian Wisman. Kita semua prihatin dengan daerah yang memiliki keterbatasan sumber pendapatan. Tapi apakah kita mesti membiarkan budaya luar yang dengan terang dan sangat beda dengan budaya kita. Tidak... Memang kita tak sadari saat kini, qt dijajah secara pelan-pelan. Kita seakan selalu menghalalkan segala cara. Saya juga sadari kita saat ini salah jalan. Olehnya itu, perlu diluruskan. Sampai kapan kita terus berjalan mengikuti arus budaya Barat. Apakah dengan banyaknya Bule ke Indo dapat membahagiakan kita, membahgiakan kaum ibu terlantar di Bali dll. Itu hanya sebahagian kecil. Dan masih banyak jalan keluar yang bisa dilakukan. Satu yang harus diingat Jangan Terlalu Berharap kaya dari pendapatan Pariwisata. Tanpa Bule Bali atau di Tator indonesiakan Bisa Berkembang kok, saya yakin itu. Indonesia tidak butuh keTenaran di mancanegara kalo itu hanya karena pulau, danau dan lain-lain. BAli, Tator dan lainnya Itu kebanggaan kita.  Perlu dijaga bukan untuk dijual.Kapan kita terkenal dengan Kejagoan kita dalam sektor pendidikan, teknologi dan lain lain.

&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;Nah nah nah... *geleng2 kepala*
Okelah kalau Anda sangat anti budaya barat. Itu kan prinsip Anda.
Tapi budaya Indonesia tidak bisa juga disamakan dengan budaya lain. Budaya Indonesia adalah budaya Indonesia dengan keragamannya. Budaya Indonesia bukan budaya Cina, bukan budaya Arab, atau negara lainnya.
Tapi jangan jauh-jauh dulu ngobrolin tentang hal ini... Kembali dengan topik yang saya sajikan di atas..
Yang saya sesali, BOM meledak dan membumihanguskan mata pencaharian orang-orang kecil yang hanya bisa hidup dari situ. Peduli amat dengan kepentingan sekelompok orang yang merasa &quot;menang&quot; dan senang atas peledakan BOM ini, tapi efeknya malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara.
Kalau bukan pariwisata, bisa dicontohkan lebih kongkrit apa yang bisa dipakai untuk mengembalikan Bali????

Pendapat &quot;Jangan Terlalu Berharap kaya dari pendapatan Pariwisata&quot; sepertinya terlalu sempit ya. Indonesia harus belajar dari Singapura, negeri tetangga sendiri (saya ambil contoh sesama asia dibandingkan dengan barat). Pada tahun 1950-an negara tersebut masih sangat miskin dan dijajah. Tapi sekarang lihat lah di sana. Serba canggih, saya saja sampai terkagum2 dengan kecanggihan dan segala kemudahan yang mereka berikan. Kenapa?
Pemerintahnya menggunakan segala cara untuk mengkomersilkan segala sesuatu. Bahkan sungainya pun bisa jadi tempat tujuan wisata. Kenapa? Karena di situlah sumber dana terbanyak supaya negara itu bisa maju.
Hasilnya? Bisa lihat sendiri. Kecanggihan alat dan sumber daya pengetahuan yang lengkap mendukung kepintaran otak mereka, sehingga mereka bisa lebih cerdas.

Biar bagaimana, kita tidak bisa lepas dari apa yang namanya &quot;barat&quot;. Kenapa? Karena teknologi pun berasal dari sana. Komputer? Asalnya dari Amerika. Program-program? Demikian juga.
Bahasa Inggris? Merupakan bahasa internasional yang dipakai di seluruh dunia, dan merupakan kewajiban kita untuk mempelajarinya. Mau anti barat? Ga usah belajar bahasa Inggris, tidak usah serap ilmu mereka. Silakan duduk saja di situ sampai ada hujan duit turun dari langit :D

Realistis lah!
Kalau saya?
Saya anti perang! Saya anti kekerasan!
Saya senang ada senyuman tanpa tangisan. Saya cinta perdamaian :)
Dan perdamaian tidak akan dicapai selama masih ada kekerasan yang berlangsung.&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hai..ra.? aku sangat salut dgn nasionalisme kamu. Dari cerita kamu diatas aku juga prihatin. Qt tau semua daerah di Indo punya kekekurangan dan kelebihan. Di Bali misalnya, yang andalkan Pariwisata menarik perhatian Wisman. Kita semua prihatin dengan daerah yang memiliki keterbatasan sumber pendapatan. Tapi apakah kita mesti membiarkan budaya luar yang dengan terang dan sangat beda dengan budaya kita. Tidak&#8230; Memang kita tak sadari saat kini, qt dijajah secara pelan-pelan. Kita seakan selalu menghalalkan segala cara. Saya juga sadari kita saat ini salah jalan. Olehnya itu, perlu diluruskan. Sampai kapan kita terus berjalan mengikuti arus budaya Barat. Apakah dengan banyaknya Bule ke Indo dapat membahagiakan kita, membahgiakan kaum ibu terlantar di Bali dll. Itu hanya sebahagian kecil. Dan masih banyak jalan keluar yang bisa dilakukan. Satu yang harus diingat Jangan Terlalu Berharap kaya dari pendapatan Pariwisata. Tanpa Bule Bali atau di Tator indonesiakan Bisa Berkembang kok, saya yakin itu. Indonesia tidak butuh keTenaran di mancanegara kalo itu hanya karena pulau, danau dan lain-lain. BAli, Tator dan lainnya Itu kebanggaan kita.  Perlu dijaga bukan untuk dijual.Kapan kita terkenal dengan Kejagoan kita dalam sektor pendidikan, teknologi dan lain lain.</p>
<blockquote><p><em>Nah nah nah&#8230; *geleng2 kepala*<br />
Okelah kalau Anda sangat anti budaya barat. Itu kan prinsip Anda.<br />
Tapi budaya Indonesia tidak bisa juga disamakan dengan budaya lain. Budaya Indonesia adalah budaya Indonesia dengan keragamannya. Budaya Indonesia bukan budaya Cina, bukan budaya Arab, atau negara lainnya.<br />
Tapi jangan jauh-jauh dulu ngobrolin tentang hal ini&#8230; Kembali dengan topik yang saya sajikan di atas..<br />
Yang saya sesali, BOM meledak dan membumihanguskan mata pencaharian orang-orang kecil yang hanya bisa hidup dari situ. Peduli amat dengan kepentingan sekelompok orang yang merasa &#8220;menang&#8221; dan senang atas peledakan BOM ini, tapi efeknya malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara.<br />
Kalau bukan pariwisata, bisa dicontohkan lebih kongkrit apa yang bisa dipakai untuk mengembalikan Bali????</p>
<p>Pendapat &#8220;Jangan Terlalu Berharap kaya dari pendapatan Pariwisata&#8221; sepertinya terlalu sempit ya. Indonesia harus belajar dari Singapura, negeri tetangga sendiri (saya ambil contoh sesama asia dibandingkan dengan barat). Pada tahun 1950-an negara tersebut masih sangat miskin dan dijajah. Tapi sekarang lihat lah di sana. Serba canggih, saya saja sampai terkagum2 dengan kecanggihan dan segala kemudahan yang mereka berikan. Kenapa?<br />
Pemerintahnya menggunakan segala cara untuk mengkomersilkan segala sesuatu. Bahkan sungainya pun bisa jadi tempat tujuan wisata. Kenapa? Karena di situlah sumber dana terbanyak supaya negara itu bisa maju.<br />
Hasilnya? Bisa lihat sendiri. Kecanggihan alat dan sumber daya pengetahuan yang lengkap mendukung kepintaran otak mereka, sehingga mereka bisa lebih cerdas.</p>
<p>Biar bagaimana, kita tidak bisa lepas dari apa yang namanya &#8220;barat&#8221;. Kenapa? Karena teknologi pun berasal dari sana. Komputer? Asalnya dari Amerika. Program-program? Demikian juga.<br />
Bahasa Inggris? Merupakan bahasa internasional yang dipakai di seluruh dunia, dan merupakan kewajiban kita untuk mempelajarinya. Mau anti barat? Ga usah belajar bahasa Inggris, tidak usah serap ilmu mereka. Silakan duduk saja di situ sampai ada hujan duit turun dari langit :D</p>
<p>Realistis lah!<br />
Kalau saya?<br />
Saya anti perang! Saya anti kekerasan!<br />
Saya senang ada senyuman tanpa tangisan. Saya cinta perdamaian :)<br />
Dan perdamaian tidak akan dicapai selama masih ada kekerasan yang berlangsung.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: doel</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-40</link>
		<dc:creator>doel</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Mar 2006 08:56:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-40</guid>
		<description>Rmh baru yg apik..

beberapa bulan lalu sy di bali, dan masih rame. kalo skrg agk  menurun, salah satunya mungkin krn pilihan pd pariwisata yg bgt tinggi. waktu disana sempat banyk diskusi dgn dosen udayana dan pemuda di kisaran kuta (rmh kakakku kbtulan dkt kuta). kata seorg kwn bali, sebenarnya byk potensi lain diluar pariwisata namun skrg mkn tdk bisa dikembangkan krn pariwisata.ia jg bercerita bgm tdk semua org bali &quot;nyaman&quot; dgn pilihn pd pariwisata ini.

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;memang tidak semua orang bali &quot;nyaman&quot;, sebab saya yakin orang bali yang merasa tidak nyaman dengan pilihan pariwisata itu adalah orang-orang tidak mencari nafkah dari pariwisata itu. kalau mereka mencari nafkah dari pariwisata itu, pasti akan ikut-ikutan &quot;teriak&quot;. dan saya yakin orang-orang ini hanya segelintir di antara semuanya. 
yang saya maksudkan di sini adalah orang-orang kecil, yang hidupnya hanya bergantung pada pariwisata ini.
Memangnya pemerintah mau menafkahi mereka supaya bisa melangsungkan hidup??
Bulls**t lah! &lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rmh baru yg apik..</p>
<p>beberapa bulan lalu sy di bali, dan masih rame. kalo skrg agk  menurun, salah satunya mungkin krn pilihan pd pariwisata yg bgt tinggi. waktu disana sempat banyk diskusi dgn dosen udayana dan pemuda di kisaran kuta (rmh kakakku kbtulan dkt kuta). kata seorg kwn bali, sebenarnya byk potensi lain diluar pariwisata namun skrg mkn tdk bisa dikembangkan krn pariwisata.ia jg bercerita bgm tdk semua org bali &#8220;nyaman&#8221; dgn pilihn pd pariwisata ini.</p>
<p><em><br />
<blockquote>memang tidak semua orang bali &#8220;nyaman&#8221;, sebab saya yakin orang bali yang merasa tidak nyaman dengan pilihan pariwisata itu adalah orang-orang tidak mencari nafkah dari pariwisata itu. kalau mereka mencari nafkah dari pariwisata itu, pasti akan ikut-ikutan &#8220;teriak&#8221;. dan saya yakin orang-orang ini hanya segelintir di antara semuanya.<br />
yang saya maksudkan di sini adalah orang-orang kecil, yang hidupnya hanya bergantung pada pariwisata ini.<br />
Memangnya pemerintah mau menafkahi mereka supaya bisa melangsungkan hidup??<br />
Bulls**t lah! </p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sherly</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-39</link>
		<dc:creator>sherly</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2006 17:42:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-39</guid>
		<description>kalimat terakhirmu bikin aku ngekek ra! emang bener tuh, in your dreams kalo blg indonesia maju....
aku aja malu koq di sini... tiap kali ngomong bali, mereka skrg ngingetnya BOMB! mereka semua pada takut ke bali... si turis2... blum lg org indo-nya sendiri ada yg takut banget utk ke bali.

Bener2 deh bikin aku jadi mikir... apa sih yg mereka dapet dari ngebom begitu? Apa sih baiknya? Padahal efeknya tuh mem&#039;bunuh&#039; jutaan manusia... membuat mereka semua menderita :(
Hiks... my Bali my Bali... my home... :((

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;honestly, i&#039;m speechless&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalimat terakhirmu bikin aku ngekek ra! emang bener tuh, in your dreams kalo blg indonesia maju&#8230;.<br />
aku aja malu koq di sini&#8230; tiap kali ngomong bali, mereka skrg ngingetnya BOMB! mereka semua pada takut ke bali&#8230; si turis2&#8230; blum lg org indo-nya sendiri ada yg takut banget utk ke bali.</p>
<p>Bener2 deh bikin aku jadi mikir&#8230; apa sih yg mereka dapet dari ngebom begitu? Apa sih baiknya? Padahal efeknya tuh mem&#8217;bunuh&#8217; jutaan manusia&#8230; membuat mereka semua menderita :(<br />
Hiks&#8230; my Bali my Bali&#8230; my home&#8230; :((</p>
<p><em><br />
<blockquote>honestly, i&#8217;m speechless</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ochan</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-38</link>
		<dc:creator>ochan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2006 12:34:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-38</guid>
		<description>Apa kbr, Ra? btw, saya lg di sana waktu org2 bali mendemo RUU-APP itu. Memang terkesan dilematis, tp kenyataannya mereka susah hidup tanp industri pariwisata. 
Bahwa penghasilan mereka bnyk menurun setelah bom bali, itu benar. Di Poppies Lane saya beli Zippo abal-abal, penjualnya sampai sumpah2 kalau saya adalah pembeli pertamanya hari itu, pdhal itu sdh hampir tengah malam. Katanya sehari biasanya laku 5-6 biji, tp skrg 1 saja sdh syukur. Itupun dijual setengah harga.

Oya, tulisan SHG ttg pembunuhan besar2an di Bali itu ada di buku Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan, kalo gak salah skrg sudah dicetak ulang. Ada kok di Gramedia. Punya sy yg versi lamanya. Kalo sy masih di mksr, boleh dipenjemin deh. Sy ada beberapa buku SHG, sisa2 jaman bikin skripsi dulu... :-)

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;Thanks, Ochan.. ternyata dirimu juga se-sensitif saya. Saya agak heran dengan orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan kelompok tertentu dengan menginjak-nginjak nafkah orang lain. Miris sekali. Sedih sekali saya.
Tentang buku SHG.. boleh dong dipinjam..&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa kbr, Ra? btw, saya lg di sana waktu org2 bali mendemo RUU-APP itu. Memang terkesan dilematis, tp kenyataannya mereka susah hidup tanp industri pariwisata.<br />
Bahwa penghasilan mereka bnyk menurun setelah bom bali, itu benar. Di Poppies Lane saya beli Zippo abal-abal, penjualnya sampai sumpah2 kalau saya adalah pembeli pertamanya hari itu, pdhal itu sdh hampir tengah malam. Katanya sehari biasanya laku 5-6 biji, tp skrg 1 saja sdh syukur. Itupun dijual setengah harga.</p>
<p>Oya, tulisan SHG ttg pembunuhan besar2an di Bali itu ada di buku Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan, kalo gak salah skrg sudah dicetak ulang. Ada kok di Gramedia. Punya sy yg versi lamanya. Kalo sy masih di mksr, boleh dipenjemin deh. Sy ada beberapa buku SHG, sisa2 jaman bikin skripsi dulu&#8230; :-)</p>
<p><em><br />
<blockquote>Thanks, Ochan.. ternyata dirimu juga se-sensitif saya. Saya agak heran dengan orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan kelompok tertentu dengan menginjak-nginjak nafkah orang lain. Miris sekali. Sedih sekali saya.<br />
Tentang buku SHG.. boleh dong dipinjam..</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mus</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-37</link>
		<dc:creator>Mus</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2006 01:55:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-37</guid>
		<description>lom pernah ke bali. Hiks...
Ada yang mau ngajak? :D

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;yang jelas bukan saya :D&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lom pernah ke bali. Hiks&#8230;<br />
Ada yang mau ngajak? :D</p>
<p><em><br />
<blockquote>yang jelas bukan saya :D</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ARS</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-36</link>
		<dc:creator>ARS</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2006 00:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-36</guid>
		<description>Tetap semangat aja ya! ;)

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;Terima kasih :)&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tetap semangat aja ya! ;)</p>
<p><em><br />
<blockquote>Terima kasih :)</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: uwie</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-35</link>
		<dc:creator>uwie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Mar 2006 11:33:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-35</guid>
		<description>Tenang, Ra. Nasionalis lom pada masuk liang lahat. Negara masih NKRI. Garuda belum keok. Merah Putih masih benderaku. Indonesia maju, harus!

Rapatkan barisan!

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;Indonesia memang harus maju! Tapi sekarang? Indonesia belum bisa dikatakan maju.&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tenang, Ra. Nasionalis lom pada masuk liang lahat. Negara masih NKRI. Garuda belum keok. Merah Putih masih benderaku. Indonesia maju, harus!</p>
<p>Rapatkan barisan!</p>
<p><em><br />
<blockquote>Indonesia memang harus maju! Tapi sekarang? Indonesia belum bisa dikatakan maju.</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Chubby-gal</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-34</link>
		<dc:creator>Chubby-gal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Mar 2006 08:11:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-34</guid>
		<description>mmm.. kok aneh ya.. aku si ngerasa bali biasa aja dari abis bom 1 (gue kesana maret 2004) dan bom 2 (february 2006).. harga2 pun ga drop2 banget.. gue aja kli ya yang ga ngeh.. :p

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;Mungkin dirimu kurang berinteraksi dengan penjual atau penjaja jasanya mungkin. :P&lt;/blockquote&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mmm.. kok aneh ya.. aku si ngerasa bali biasa aja dari abis bom 1 (gue kesana maret 2004) dan bom 2 (february 2006).. harga2 pun ga drop2 banget.. gue aja kli ya yang ga ngeh.. :p</p>
<p><em><br />
<blockquote>Mungkin dirimu kurang berinteraksi dengan penjual atau penjaja jasanya mungkin. :P</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: saylow</title>
		<link>http://i-rara.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/comment-page-1/#comment-33</link>
		<dc:creator>saylow</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Mar 2006 03:28:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rara.parkirweb.com/2006/03/17/bali-pasca-2nd-bali-bomb/#comment-33</guid>
		<description>terima kasih.

&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;Sama-sama :D&lt;/blockquote&gt;
&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih.</p>
<p><em><br />
<blockquote>Sama-sama :D</p></blockquote>
<p></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

